Musyafak menilai pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, serta peningkatan keterampilan kerja perlu terus diperluas untuk menghadapi tantangan dunia kerja, termasuk meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Ketika banyak anak muda belum mendapatkan pekerjaan dan terjadi PHK di berbagai sektor, pemerintah harus memperbanyak pelatihan keterampilan agar mereka memiliki bekal untuk mandiri dan berwirausaha,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami fungsi reses sebagai ruang menyampaikan aspirasi sekaligus menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah daerah sehingga pembangunan di Jawa Timur benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. (ivan)