80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar Pemerintah Perketat Pengawasan

pemerintahan | 31 Juli 2026 18:20

 

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah serta rentan mengalami stunting. Karena hanya mendapatkan tambahan zat gizi, harga jualnya seharusnya tidak jauh berbeda dengan beras medium.

 

Namun, hasil pengawasan menunjukkan sejumlah produk dipasarkan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Rata-rata harga mencapai Rp22.665 per kilogram, bahkan ditemukan produk yang dijual hingga Rp42.000 per kilogram meski tidak memenuhi standar sebagai beras fortifikasi.

 

“Karena ini barang kualitasnya untuk Rp8.000 per kg, harganya tetapi dijualnya Rp17.000 per kg. Ini lebih ekstrem lagi Rp42.000 per kg padahal bukan fortifikasi,” kata Amran.

 

Untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan, pemerintah melibatkan lima hingga sepuluh laboratorium dalam proses pengujian sampel. Hingga saat ini, hasil dari tiga laboratorium telah keluar dan menunjukkan sekitar 80 persen sampel tidak sesuai standar fortifikasi.

 

“Sekarang kami gunakan lab banyak, mungkin lima sampai 10 lab kita gunakan. Ini sudah ada tiga lab keluar hasilnya, itu 80 persen bukan beras fortifikasi atau tidak sesuai standar,” jelasnya.