Sekolah Rakyat Tuban Belum Rampung, Pekerja Keluhkan Pembayaran Upah

pemerintahan | 08 Agustus 2026 07:47

Sekolah Rakyat Tuban Belum Rampung, Pekerja Keluhkan Pembayaran Upah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Tuban. (dok jawapos)

TUBAN, PustakaJC.co – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum rampung sesuai target. Di tengah proses penyelesaian proyek, sejumlah pekerja juga mengeluhkan keterlambatan pembayaran upah.

 

Keluhan tersebut bahkan sempat memicu para pekerja berkumpul di lokasi proyek pada awal Agustus 2026 untuk menagih upah yang belum dibayarkan. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (8/8/2026).

 

Salah seorang pekerja, Alex, mengatakan dirinya telah bekerja sekitar satu bulan sebagai tukang pada tahap penyelesaian atau finishing.

 

Menurut Alex, upah pekerja dihitung berdasarkan hari kerja. Tukang mendapatkan Rp130.000 per hari, sedangkan pembantu tukang menerima Rp110.000 per hari.

 

Namun, pembayaran upah disebut kerap terlambat hingga hampir satu bulan dari jadwal yang dijanjikan kontraktor.

 

“Kalau tanya bayaran ke mandor itu sudah sering, tapi ya gitu tidak ada kejelasan, bilangnya dari main kontraktornya belum cair,” kata Alex.