Penyandang Disabilitas Dilatih Siap Kerja, Kadin Jatim Buka Akses Industri

pemerintahan | 11 Agustus 2026 18:47

 

Semangat serupa dirasakan Lestari Daeng Baba, peserta asal Sidoarjo yang juga merupakan penyandang disabilitas tuna netra. Ia mengaku sempat merasa gugup sebelum mengikuti pelatihan.

 

Namun, setelah mengikuti berbagai materi, rasa gugup tersebut berubah menjadi pengalaman baru yang membuatnya lebih memahami cara menghadapi berbagai karakter orang ketika memberikan pelayanan.

 

“Awalnya takut karena sedikit gugupan. Tetapi dengan ikut ini ada banyak hal tentang bagaimana melayani orang dengan baik. Selama ini saya hanya tahu dari drama dan sebagainya. Dengan pelatihan ini saya jadi tahu bagaimana seharusnya melayani orang secara prima,” ujarnya.

 

Dalam kesehariannya, Lestari membantu orang tuanya menjalankan usaha katering sekaligus menjalani kuliah secara daring di Universitas Terbuka.

 

Menurutnya, materi pelayanan prima sangat relevan dengan aktivitas sehari-hari, terutama ketika berhadapan dengan pelanggan yang memiliki karakter berbeda-beda.

 

“Kalau bekerja di tempat lain dan melayani banyak orang, sangat penting memahami bahwa sifat setiap orang berbeda. Saya sangat terkesan dengan materi itu sehingga bisa memahami bagaimana melayani mereka dengan baik,” katanya.

 

Salah satu materi yang dianggap paling bermanfaat oleh Lestari adalah cara menghadapi pelanggan yang menyampaikan keluhan.

 

“Misalnya biasanya saya tidak tahu bagaimana ketika ada yang komplain. Dengan pelatihan ini saya jadi tahu,” ujarnya.

 

Bagi Lestari, pelatihan juga memberikan pengalaman sosial yang membuatnya semakin percaya diri. Bertemu dengan peserta lain dan belajar bersama membuat suasana pelatihan terasa menyenangkan.

 

“Kesan saya sangat baik dan seru. Bisa belajar dengan teman-teman, jadi merasa lebih bahagia dan nyaman,” tuturnya.