Penyandang Disabilitas Dilatih Siap Kerja, Kadin Jatim Buka Akses Industri

pemerintahan | 11 Agustus 2026 18:47

 

Menurut Nurul, proses pelatihan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Salah satu kemampuan yang terlihat menonjol dari peserta tuna netra adalah komunikasi dan kemampuan berbicara.

 

“Alhamdulillah, selama empat hari kita latih, anak-anak bisa menyerap materi dengan baik. Ternyata kalau kita melatih anak yang memiliki kebutuhan khusus, kelebihannya ada di bicaranya. Bagus bicaranya, komunikasinya cukup bagus dan mereka sangat antusias menerima materi,” ujarnya.

 

Melihat potensi tersebut, Kadin Institute menyiapkan pelatihan lanjutan berupa pendalaman public speaking. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan diri sekaligus kemampuan komunikasi peserta sebelum memasuki lingkungan kerja.

 

“Kita akan berikan lagi pendalaman terkait public speaking dalam waktu dekat. Kita kuatkan lagi dua hari public speaking. Tadi kan pelayanan prima, ternyata mereka punya kelebihan. Itu yang akan kita latih,” kata Nurul.

 

Selain penguatan kompetensi, Kadin Institute juga membuka akses pemagangan bagi 20 peserta penyandang disabilitas. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah pemagangan di sejumlah stasiun radio di Surabaya.