SURABAYA, PustakaJC.co — Sebanyak 25 pemuda-pemudi kreatif Jawa Timur menampilkan produk mereka dalam Gelar Produk Session Batch 1 Digital Creativepreneur 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekaligus membuka akses pemasaran bagi wirausaha muda.
Gelar produk tersebut berlangsung di Galeri Batik dan Cinderamata Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Rabu, (19/8/2026). Kegiatan merupakan rangkaian Beranda Pop Up Market Local Heroes: Merdeka Creative Market Celebrating East Java’s Youth Creativepreneur. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (21/8/2026).
Kegiatan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dengan pelaku dan pemangku kepentingan dalam ekosistem kewirausahaan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jatim Haryo Bimo Bramantyo yang mewakili Kepala Dinas Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, pengembangan kewirausahaan generasi muda harus diarahkan pada dampak yang berkelanjutan.
“Bu Gubernur ingin membangun UKM sejak usia dini, dari masa kuliah hingga menjadi pengusaha yang tidak hanya mempekerjakan diri sendiri tetapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Bimo.
Menurutnya, keberhasilan program kewirausahaan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kegiatan maupun peserta yang terlibat. Dampak nyata yang dihasilkan setelah program menjadi salah satu indikator penting.
“Bukan sekadar output atau outcome yang dikejar, tetapi bagaimana impact-nya. Dari take-off, bootcamp, hingga demo day, alur program disusun bertahap untuk memaksimalkan kesiapan peserta,” jelasnya.
Peserta Berkesempatan Mendapat Sertifikasi
Program Digital Creativepreneur 2026 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang difasilitasi pemerintah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas peserta sekaligus menjadi nilai tambah ketika mengembangkan usaha dan memperluas akses pasar.
“Benefit dari sini adalah memperoleh sertifikat gratis dari Pemprov Jatim. Tidak hanya satu, tetapi dua sertifikat, yaitu LSP dan BNSP,” kata Bimo.
Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kadin Jatim, Ciputra Entrepreneurship Center, serta sejumlah pihak lainnya.
Bimo berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah rangkaian program selesai. Peserta diharapkan tetap mendapatkan pendampingan dan akses terhadap berbagai program pengembangan usaha.
“Semoga ini bisa menjadi contoh role model dan direplikasi di tempat lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan ekosistem kewirausahaan membutuhkan proses yang terintegrasi. Mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, sertifikasi kompetensi, hingga pembukaan akses pasar perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui Beranda Pop Up Market Local Heroes, Dinas Koperasi dan UKM Jatim terus mendorong terciptanya ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, serta mengembangkan usaha.
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan entrepreneur muda yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (ivan)