Usai Dugaan Keracunan MBG, Ratusan Santri Jalani Perawatan

pemerintahan | 02 September 2026 07:25

Usai Dugaan Keracunan MBG, Ratusan Santri Jalani Perawatan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau Ratusan santri yang keracunan MBG. (dok suarasurabaya)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, (2/9/2026).

 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Hal itu disampaikan Emil saat meninjau para santri yang mendapatkan perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (2/9/2026).

 

 

RSUD Notopuro menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dalam jumlah besar. Sekitar 200 santri dilaporkan menjalani penanganan medis di rumah sakit tersebut.

 

Emil mengatakan kedatangan pasien dalam jumlah ratusan terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Meski demikian, seluruh pasien tetap mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

 

“Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini dalam waktu yang sangat pendek semuanya bisa ditangani. Nggak ada pasien yang terbengkalai,” ujar Emil.

 

Penanganan awal dilakukan dengan memberikan cairan melalui infus untuk membantu mengatasi dehidrasi. Setelah itu, pasien mendapatkan obat sesuai dengan kondisi masing-masing.

 

Tim medis juga memberikan perhatian khusus kepada santri yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Beberapa santri diketahui memiliki kondisi seperti asma maupun alergi terhadap obat tertentu sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan.

 

Sejumlah santri yang kondisinya telah membaik sudah diperbolehkan pulang. Meski demikian, rumah sakit tetap berada dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi adanya pasien baru maupun kebutuhan penanganan lanjutan.

 

 

Tenaga medis yang berstatus on call turut dipanggil untuk memperkuat pelayanan selama penanganan para santri.

 

Emil memastikan pelayanan kesehatan bagi pasien lain di RSUD Notopuro tidak terganggu akibat banyaknya santri yang datang. Pasien di luar kasus tersebut, termasuk anak-anak yang menjalani perawatan karena demam maupun gangguan lambung, tetap mendapatkan pelayanan seperti biasa.

 

Di tengah penanganan insiden tersebut, beredar informasi mengenai adanya korban meninggal dunia. Emil membantah kabar tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa.

 

“Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa diikhtiarkan oleh tenaga medis. Insyaallah sudah banyak yang bisa dipulangkan,” tegas Emil.

 

Kasus dugaan keracunan tersebut masih dalam penanganan pihak terkait. Pemerintah bersama instansi terkait melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri yang menjalani perawatan. (ivan)