Khofifah Ungkap Biang Masalah Keracunan MBG di Sidoarjo

pemerintahan | 04 September 2026 07:07

 

Menurutnya, pengelolaan makanan dalam program MBG membutuhkan pengawasan yang cermat karena terdapat batas waktu aman makanan untuk dikonsumsi. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kasus Sidoarjo adalah perbedaan waktu pengiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke titik penerima manfaat.

 

“Ini kasusnya dimasak bersama dengan format yang sama. Yang pengirimannya relatif lebih awal itu aman. Tapi yang pengirimannya terlambat ini yang kemudian menjadikan masalah,” katanya.

 

Khofifah menjelaskan, makanan yang selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB dan dikirim pukul 07.00 WIB masih dapat dimanfaatkan sesuai waktu konsumsi. Namun, terdapat makanan yang baru dikirim sekitar pukul 11.00 WIB atau lebih dan kemudian dikonsumsi sekitar pukul 12.30 hingga 13.00 WIB.

 

“Bedanya adalah pada masa pengiriman dari SPPG itu ke titik penerima manfaat,” jelasnya.

 

Meski demikian, Khofifah menekankan bahwa seluruh proses harus dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan faktor yang menyebabkan kejadian tersebut.