BLITAR, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan yang digelar di Lapangan Brubuh, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026), tersebut menjadi pelaksanaan pasar murah ke-118 yang digelar Pemprov Jatim.
Kegiatan itu diselenggarakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir bersama Bupati Blitar Rijanto serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim.
Khofifah mengatakan, pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan logistik dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini merupakan upaya kita melakukan penjangkauan terhadap suplai logistik di berbagai daerah, hari ini sudah yang ke-118. Harapan kita, semua penjangkauan ini bisa membantu memfasilitasi pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat,” kata Khofifah, dikutip dari koninfojatim.go.id, Minggu, (6/9/2026).
Menurut Khofifah, berbagai kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah dipatok di bawah harga pasar. Kondisi tersebut dapat dilakukan karena adanya subsidi dari Pemprov Jatim.
Subsidi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di daerah.
“Semua sembako yang dijual harganya berada di bawah standar harga pasar. Hal ini bisa terjadi karena memang ada subsidi dari Pemprov yang diharapkan bisa menguatkan daya jangkau masyarakat, serta membantu stabilisasi harga dan inflasi di berbagai daerah,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pasar murah ke-118 di Blitar, transaksi bahan pokok tercatat mencapai Rp111.738.000. Sementara transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp6.854.500.
Dengan demikian, total transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp118.592.500. Angka itu menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan pasar murah untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.
Di sela kegiatan, Khofifah juga menyempatkan memborong dagangan Risky Ramadan, seorang anak berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. Risky turut menjajakan dagangannya di sekitar lokasi pasar murah.
Khofifah juga menyapa dan memberikan bantuan kepada sejumlah penyandang disabilitas yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, pasar murah merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Program tersebut juga menjadi pelengkap berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah kabupaten dan kota.
“Apa yang kita lakukan ini sesungguhnya bersifat substitusi sekaligus komplementaritas atau saling melengkapi terhadap program yang juga sudah dilakukan oleh para Bupati dan Wali Kota,” pungkasnya. (ivan)