Beban Logistik dan Proyek Dermaga
Kondisi antrean parah yang sempat memicu aksi protes dan blokade jalan oleh para sopir truk pada Kamis (3/9) dan Minggu (6/9) lalu merupakan dampak dari kombinasi dua faktor utama. Selain lonjakan volume kendaraan logistik hingga 19 persen, terdapat pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga Movable Bridge 2 (MB2) Gilimanuk dari 35 ton menjadi 50 ton yang diperkirakan baru rampung pada Maret 2027.
Akibatnya, truk logistik bermuatan di atas 35 ton tidak dapat terlayani secara merata di seluruh fasilitas penyeberangan. Untuk mengurai penumpukan, PT ASDP Indonesia Ferry telah menambah operasional kapal dari 9 menjadi 12 unit serta mengoptimalkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB).
Selain peningkatan ritase, Pemprov Jatim bersama otoritas terkait memisahkan operasional kendaraan berdasarkan berat melalui skema stikerisasi:
- Kendaraan <35 Ton (Penumpang & Ringan): Diberi stiker khusus dan diarahkan menuju Dermaga 1 serta Dermaga 3.
- Kendaraan >35 Ton (Logistik Berat): Diarahkan khusus menuju Dermaga 4 dan Dermaga LCM (Landing Craft Mechanized).