Investor China dan UEA Sepakat Bangun Industri di Bangkalan, Bidik Penyerapan 31 Ribu Tenaga Kerja

pemerintahan | 11 September 2026 08:06

Investor China dan UEA Sepakat Bangun Industri di Bangkalan, Bidik Penyerapan 31 Ribu Tenaga Kerja
Kerja sama investasi dari UEA dan Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd dari China. (dok kompas)

BANGKALAN, PustakaJC.co - Komitmen pengembangan kawasan industri padat karya di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memasuki babak baru. Dua perusahaan asing asal China dan Uni Emirat Arab (UEA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Wiraraja Madura Internasional di Pendopo Agung Bupati Bangkalan, Kamis, (10/9/2026).

Kerja sama investasi ini melibatkan Odasco LCC dari UEA dan Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd dari China.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura, khususnya Bangkalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja industri tersebut. Dilansir dari kompasjatim.com, Jumat, (11/9/2026).

 

"Nanti kami akan menyiapkan tenaga kerjanya. Kita juga akan komunikasi dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) agar lulusan dari sana bisa diserap. Kami meminta agar 80 persen tenaga kerja harus berasal dari Bangkalan," ujar Lukman.

 

 

 

Guna memperkuat regulasi, Pemkab Bangkalan berencana merumuskan Peraturan Daerah (Perda) khusus investasi yang mengatur proporsi kuota penyerapan tenaga kerja lokal. Menurut Lukman, angka pengangguran di Bangkalan yang saat ini tercatat sekitar 31.000 jiwa diproyeksikan mampu terserap penuh melalui skenario penyerapan industri padat karya ini.

 

"Dengan tiga pabrik saja nanti bisa menyerap sebanyak 38.000 tenaga kerja. Jadi seluruh pengangguran kita ditargetkan bisa terserap," tambahnya.

 

Dorong Status KEK dan PSN

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus CEO PT Wiraraja Madura Internasional, Akhmad Makruf Maulana, menjelaskan bahwa kawasan ini nantinya direncanakan mencakup berbagai sektor manufaktur dan pengolahan.

Beberapa klaster industri yang disiapkan antara lain pabrik bioetanol, pengolahan kelapa dan produk turunannya (santan dan briket), manufaktur springbed, industri benang, karton, plastik, panel surya, hingga pengolahan cokelat.

 

Makruf menambahkan, pihaknya telah mengajukan kawasan ini agar masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

 

"Saat ini kami sudah mengajukan PSN ke Presiden dan nantinya ditargetkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Dukungan semua pihak sangat diperlukan karena kawasan ini akan menjadi objek vital yang harus dijaga bersama," tukas Makruf. (ivan)