Intervensi Faktual Pemkot Surabaya, Lansia Wonorejo Tetap Terima Renovasi Rumah Meski Masuk Desil 4

pemerintahan | 14 September 2026 09:34

Intervensi Faktual Pemkot Surabaya, Lansia Wonorejo Tetap Terima Renovasi Rumah Meski Masuk Desil 4
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat cek langsung kondiri rumah Sumaiyah, lansia yang tinggal seorang diri. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa data desil bukan satu-satunya tolok ukur tunggal dalam penyaluran bantuan sosial. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan agar kondisi faktual di lapangan—khususnya bagi warga lanjut usia (lansia) sebatang kara—tetap diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

 

Langkah ini diambil setelah Eri meninjau langsung kediaman Sumaiyah, seorang lansia yang tinggal seorang diri di kawasan Wonorejo III, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari. Laporan mengenai kondisi tempat tinggal Sumaiyah sebelumnya masuk melalui saluran pengaduan Hotline Lapor Cak Eri. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (14/9/2026).

 

 

Meskipun dalam pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumaiyah tercatat masuk ke dalam Desil 4, realitas di lapangan menunjukkan rumahnya memerlukan perbaikan mendesak dan penghuninya tidak memiliki kemampuan untuk merenovasi secara mandiri.

 

Eri menjelaskan bahwa indikator kalkulasi desil—seperti daya listrik 900 VA atau status kepemilikan aset rumah—sering kali secara administratif menaikkan peringkat desil warga, padahal secara riil mereka tetap membutuhkan uluran tangan.

 

"Ada pembelajaran dari kasus ini, tidak semua yang masuk Desil 4 atau 5 berarti tidak butuh bantuan. Kalau lansia dan tinggal sendiri, tentu tidak ada yang memperbaiki rumahnya. Karena itu saya turun langsung," ujar Eri saat melakukan peninjauan.

 

 

Guna mencegah kejadian serupa, Eri mendorong penguatan verifikasi faktual di tingkat akar rumput melalui sinergi RT, RW, lurah, hingga camat. Kampung Wonorejo pun ditunjuk sebagai proyek percontohan untuk skema pemetaan dan pengecekan lapangan ini.

Menindaklanjuti arahan Wali Kota, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menyampaikan bahwa pengerjaan renovasi akan segera dilakukan. Perbaikan mencakup peninggian lantai, peninggian atap, perbaikan toilet, penyesuaian posisi kusen, perbaikan area mezzanine, hingga penggantian struktur atap yang rapuh agar aman dihuni. (ivan)