SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi memberangkatkan 73 anggota Kontingen Jawa Timur untuk mengarungi Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026. Pelepasan digelar di Halogen Hotel Airport Surabaya pada Rabu, (30/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada bulan Oktober. Dilansir dari kominfojatim.go.id, (1/10/2026).
Dalam arahannya, Khofifah menekankan pentingnya menjaga kekompakan, kesehatan, dan soliditas selama kegiatan berlangsung. Ia meminta para peserta memberikan dedikasi serta penampilan terbaik demi membawa pulang prestasi gemilang bagi Jawa Timur.
"Saya tidak melepas, saya memberangkatkan. Dengan harapan mudah-mudahan semua diberikan kekompakan, soliditas yang tinggi, sehat, dan terus bisa memberikan dedikasi terbaik pada PPSN tahun 2026 ini," ujar Khofifah usai meresmikan keberangkatan kontingen.
Khofifah menilai PPSN VI bukan sekadar ajang perkemahan biasa, melainkan ruang strategis bagi santri dari seluruh pelosok negeri untuk memperkuat jalinan kebangsaan. Momentum pelaksanaannya di bulan Oktober dinilai tepat untuk menginternalisasi nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Hari Santri.
"Kita berharap pertemuan antar-anak muda dan santri dari seluruh Indonesia ini menjadi bagian dari rakitan keindonesiaan dan kenusantaraan. Bagaimana sesungguhnya satu nusa, satu bangsa, satu bahasa bisa dirakit dengan baik di dalam PPSN 2026 ini," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar melaporkan bahwa 73 personel kontingen Jatim terdiri atas 2 Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda), 8 Pembina Pendamping (Bindamping), dan 63 peserta Pramuka pesantren.
Para peserta merupakan santri pilihan berprestasi yang berasal dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Salafiyah, Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM), hingga jenjang Ulya/Madrasah Aliyah di lingkungan pesantren Jawa Timur.
"Sebanyak 63 peserta terbagi dalam delapan Umpi. Empat Umpi putra berasal dari Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, dan Bondowoso. Sementara empat Umpi putri berasal dari Kota Malang, Jember, Nganjuk, dan Jombang," jelas Akhmad.
Sejumlah pondok pesantren ternama turut mengirimkan santri terbaiknya dalam kontingen ini, di antaranya Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Al Amanah Sidoarjo, Wali Songo Ponorogo, Al Ishlah Bondowoso, Darul Hikmah Jember, Raudlatul Jannah Jember, Nurul Islam Jember, Mambaul Ma’arif Jombang, Al Madienah Jombang, Darul Ukhuwah Kota Malang, hingga PP Modern Al Barokah Nganjuk.
Akhmad optimistis rekam jejak dan keahlian yang dimiliki para santri mampu membawa Kontingen Jawa Timur tampil menonjol dan meraih capaian tertinggi pada ajang tingkat nasional tersebut. (ivan)