SUMENEP, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan di Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu, (14/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menyalurkan bantuan air bersih dan sarana pendukung penanganan kekeringan senilai total Rp673.041.410.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam merespons cepat kebutuhan dasar masyarakat, khususnya jaminan ketersediaan air bersih untuk konsumsi harian dan sanitasi di tengah musim kemarau. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (15/10/2026).
"Ketersediaan air bersih menjadi salah satu prioritas penting untuk menjaga kesehatan, mendukung aktivitas rumah tangga, dan membantu warga melewati periode kekeringan ini," kata Khofifah di lokasi penyerahan bantuan bersama jajaran Perangkat Daerah Pemprov Jatim.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, alokasi bantuan senilai Rp673 juta tersebut tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga penyediaan infrastruktur penampungan air secara berkelanjutan.
Berikut rincian bantuan yang disalurkan Pemprov Jatim:
- Dropping air bersih: 240 rit
- Tandon air (kapasitas 1.200 liter): 90 unit
- Jeriken (kapasitas 15 liter): 480 unit
- Terpal: 200 unit
- Tandon lipat: 20 unit
Tak hanya membawa bantuan logistik air bersih, Khofifah juga membagikan paket sembako kepada warga setempat serta paket makanan ringan untuk anak-anak guna memperkuat dukungan sosial bagi keluarga terdampak.
Pemprov Jatim berharap bantuan sarana seperti tandon dan terpal dapat mengoptimalkan tata kelola persediaan air bersih warga hingga masa kemarau usai. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat pun terus diperkuat agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. (ivan)