BLITAR, PustakaJC.co - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jawa Timur Tahun 2026 bertajuk Jatim Creative Connect 2026 di Kabupaten Blitar, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (18/10/2026) ini digelar untuk memperkuat ekosistem dan jejaring ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wagub Emil menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif (ekraf) merupakan akselerator penting bagi daerah untuk mendobrak berbagai keterbatasan geografis maupun infrastruktur. Menurutnya, kreativitas memberikan ruang setara bagi generasi muda di desa maupun kota untuk mengembangkan potensi lokal secara optimal. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (18/10/2026).
“Ekonomi kreatif adalah sebuah jalan bagi daerah untuk melampaui keterbatasan yang dimilikinya. Kreativitas adalah dambaan setiap pemuda-pemudi desa dari kabupaten/kota manapun dia berada di seluruh Jawa Timur dan Indonesia. Karena itu, semua daerah harus menjadi bagian dari jejaring kota kreatif tanpa kecuali,” tegas Emil.
Pembukaan forum tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, serta Bupati Blitar, Rijanto.
Bupati Blitar, Rijanto, menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Ia berharap Rakorda ICCN ini dapat menjadi sarana transfer pengetahuan dan kolaborasi antarwilayah, khususnya bagi daerah yang sedang berkembang.
“Melalui pertemuan ini, gagasan dan pengalaman dari daerah-daerah yang sudah maju diharapkan bisa dibagikan kepada kami, demi mewujudkan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara,” ujar Rijanto.
Sementara itu, Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, menjelaskan bahwa hasil dari Rakorda Jatim Creative Connect 2026 akan merumuskan poin-poin aspirasi strategi pengembangan ekraf di Jawa Timur. Usulan ini nantinya diselaraskan dengan aspirasi dari 37 provinsi lainnya di tingkat nasional.
Vicky menyoroti pentingnya penajaman posisi strategis (strategic positioning) Jawa Timur dalam peta ekonomi kreatif nasional, terutama pada aspek creative heritage, talenta kreatif, hingga teknologi produksi dan pasar ekspor.
“Kami melihat Jawa Timur perlu melakukan positioning strategic secara nasional bicara tentang creative heritage, creative talent, teknologi kreatif termasuk produksi IT, pasar, hingga ekspor,” jelas Vicky.
Rakorda ICCN Jatim 2026 ini menjadi ruang kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan potensi budaya, industri, dan ekosistem kreatif daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi di Jawa Timur. (ivan)