Di tengah upaya pemadaman darat, penggunaan metode water bombing atau penjatuhan air menggunakan helikopter belum dilakukan pada perkembangan yang dilaporkan Selasa, 20 Oktober lalu.
Gatot Soebroto menjelaskan bahwa helikopter yang dibutuhkan masih difokuskan untuk menangani karhutla di Kalimantan. Dengan kondisi tersebut, penanganan di Arjuno-Welirang masih mengandalkan pemantauan dan operasi darat sesuai jangkauan serta kondisi medan.
“Water bombing belum dilakukan, sebab helikopter masih fokus menangani karhutla di Kalimantan,” kata Gatot.
Belum dilaksanakannya pemadaman melalui udara menjadi salah satu kendala dalam menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat. Meski demikian, operasi darat tetap dilanjutkan dengan mengutamakan pemantauan perkembangan api, pemadaman pada lokasi yang memungkinkan, serta pencegahan penyebaran melalui pembuatan sekat bakar.

Kebutuhan terhadap metode pemadaman tertentu bergantung pada perkembangan situasi, ketersediaan sarana, kondisi cuaca, serta hasil asesmen petugas. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga diperlukan untuk menentukan strategi yang sesuai dengan kondisi kebakaran dan kemampuan sumber daya yang tersedia.