Kadin Jatim Siapkan Proyek Percontohan Teknologi Tembakau Zimbabwe di Pamekasan

pemerintahan | 31 Oktober 2026 18:28

 

 

Menurut Adik, peningkatan produktivitas menjadi tantangan penting bagi sektor tembakau nasional. Pasalnya, hasil produksi tembakau Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara pemasok, termasuk Zimbabwe.

 

Ia menjelaskan, produktivitas tembakau di Zimbabwe dapat mencapai sekitar tiga ton per hektare. Sementara itu, rata-rata produktivitas tembakau di Indonesia masih berkisar satu ton per hektare.

 

Perbedaan tersebut dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan hasil panen melalui perbaikan teknik budidaya serta pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan industri.

 

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam penjajakan kerja sama tersebut adalah tembakau Virginia. Pasokan komoditas ini di dalam negeri dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan industri sehingga Indonesia masih mengandalkan impor dari sejumlah negara, termasuk Zimbabwe dan Brasil.

 

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia mengimpor sekitar 121 ribu ton tembakau setiap tahun dengan nilai mencapai Rp18 triliun. Impor tersebut berasal dari sejumlah negara, antara lain China, India, Brasil, Zimbabwe, Filipina, dan Amerika Serikat.

 

Adik menilai, peningkatan kapasitas produksi petani lokal perlu diikuti dengan upaya menjaga keberlangsungan usaha tani. Dengan demikian, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai pasok industri hasil tembakau.