Tanjung Perak Jadi Pilot Project X-Ray, Kemenhub Perkuat Pengawasan Pelabuhan

pemerintahan | 04 November 2026 18:21

Tanjung Perak Jadi Pilot Project X-Ray, Kemenhub Perkuat Pengawasan Pelabuhan
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Samsuddin. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai menyiapkan penerapan teknologi pemindai X-ray di sejumlah pelabuhan utama di Indonesia. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi salah satu lokasi percontohan atau pilot project dalam penguatan sistem pemeriksaan dan pengawasan aktivitas kepelabuhanan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI Samsuddin mengatakan, penerapan teknologi X-ray akan dilakukan secara bertahap. Tanjung Perak menjadi salah satu pelabuhan awal yang dipilih untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (4/11/2026).

 

“Untuk X-ray memang dilakukan bertahap. Di Tanjung Perak ini menjadi salah satu awal yang kita lakukan,” kata Samsuddin di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa, (3/11/2026).

 

 

Selain penggunaan teknologi pemindai X-ray, pemerintah juga mendorong penerapan kebijakan zero over dimension over loading (ODOL). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap barang dan muatan yang masuk ke lingkungan pelabuhan.

 

“Bukan hanya X-ray, tetapi juga penerapan zero ODOL. Artinya, kita mulai dari Tanjung Perak,” ujarnya.

 

Samsuddin menjelaskan, pelaksanaan kebijakan di Tanjung Perak akan menjadi bahan evaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas. Pemerintah akan menilai efektivitas implementasi proyek percontohan tersebut sebagai dasar pengembangan kebijakan di pelabuhan lainnya.

 

Apabila penerapannya dinilai berhasil, sistem pengawasan serupa akan diperluas ke sejumlah pelabuhan strategis nasional. Di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok, Makassar, serta pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.

 

“Dengan pilot project, kemudian kalau itu sudah kita anggap berhasil, maka kita terapkan ke pelabuhan-pelabuhan utama lainnya,” jelasnya.

 

 

 

Menurut Samsuddin, pelabuhan-pelabuhan tersebut menjadi prioritas karena memiliki peran penting dalam pergerakan barang dan penumpang. Tingginya aktivitas kepelabuhanan membutuhkan sistem pemeriksaan yang lebih kuat untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional.

 

Penerapan teknologi X-ray diharapkan mampu meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan maupun muatan kapal. Pemeriksaan tersebut juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi masuknya barang berbahaya yang dapat menimbulkan risiko selama pelayaran.

 

Penguatan sistem pemeriksaan dan penerapan zero ODOL menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keselamatan transportasi laut. Melalui penerapan bertahap, Kemenhub menargetkan kebijakan tersebut dapat berjalan efektif sebelum diperluas ke pelabuhan utama lainnya di Indonesia.

 

Samsuddin menegaskan, perluasan penerapan kebijakan akan dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan proyek percontohan di Tanjung Perak. (ivan)