Menurut dia, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur berdasarkan capaian administratif maupun laporan pelaksanaan. Dampak nyata yang dirasakan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai keberhasilan pembangunan desa.
“Biarkan masyarakat yang bercerita, karena pengalaman dan kesaksian penerima manfaat jauh lebih bermakna daripada sekadar narasi keberhasilan yang disampaikan pemerintah. Program pemerintah tidak cukup hanya dikatakan berhasil di atas laporan, tetapi manfaatnya harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.