Pemberian Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Blitar

parlemen | 06 September 2026 16:09

Pemberian Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Blitar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan air bersih di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (dok antara)

BLITAR, PustakaJC.co — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih guna meringankan beban masyarakat Kabupaten Blitar yang terdampak kekeringan pada musim kemarau. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan langsung bantuan 120 rit air bersih secara simbolis di Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Minggu, (6/9/2026).

 

Langkah ini dilakukan seiring terbitnya Surat Keputusan (SK) Kedaruratan Kekeringan di 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (6/9/2026).

 

"Hari ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan Pemprov bersama pemerintah daerah setempat untuk memastikan pasokan air bersih warga tetap terpenuhi," kata Khofifah.

 

 

Penanganan Utama di 7 Kecamatan

 

Pasokan air bersih dari BPBD Jatim ini ditargetkan mampu mencukupi kebutuhan dasar 38.270 keluarga atau sekitar 98.946 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak, yaitu:

  • Bakung
  • Binangun
  • Kademangan
  • Panggungrejo
  • Sutojayan
  • Wates
  • Wonotirto

 

Selain menyalurkan air bersih, Pemprov Jatim juga mendistribusikan 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter serta 250 jerigen ukuran 15 liter.

 

Khusus warga Dusun Rampalombo di Desa Margomulyo yang menampung 40 keluarga (162 jiwa), bantuan yang diterima meliputi 17.000 liter air bersih, 3 unit tandon, 40 jerigen, serta paket sembako.

 

 

Upaya Lanjutan Penanganan Kekeringan

 

Sebagai langkah penanganan jangka panjang selama kemarau, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengkaji kemungkinan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak doa dan menggelar shalat Istisqa.

 

Katinem, salah seorang warga terdampak di Dusun Rampalombo, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, sumur warga kerap surut setiap musim kemarau sehingga sebagian masyarakat harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air.

 

"Alhamdulillah, bantuan air bersih dari Bu Khofifah ini sangat membantu untuk kebutuhan memasak, mandi, dan keperluan harian lainnya," ujar Katinem.

 

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemprov Jatim berharap kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar dapat terus terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana kekeringan di Jawa Timur. (ivan)