Emil Dardak Dorong Disabilitas Jadi Fasilitator Digital UMKM

parlemen | 16 September 2025 05:42

Emil Dardak Dorong Disabilitas Jadi Fasilitator Digital UMKM
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka secara resmi Pelatihan Fasilitator Digital UMKM Disabilitas yang digelar di Quest Hotel Darmo Surabaya. (dok bhirawa)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Pelatihan Fasilitator Digital UMKM Disabilitas di Quest Hotel Darmo, Surabaya, Senin, (15/9/202). Kegiatan ini digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan diikuti 100 peserta penyandang disabilitas, termasuk dari Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Gadisku.

 

Dalam sambutannya, Emil menegaskan pelatihan ini bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga mencetak para peserta menjadi pelatih. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Selasa, (16/9/2025).

 

 

“Pelatihan ini sangat inspiratif, tapi jangan berhenti di sini. Harus paripurna, karena mereka tidak hanya belajar, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelatih,” ujarnya.

 

 

 

Ia menekankan pentingnya kemandirian usaha penyandang disabilitas untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Emil juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar hasil pelatihan benar-benar bisa diterapkan.

 

Kepala Divisi Jasa Manajemen dan TJSL PT PNM, Cut Ria Dewanti, menyebut program “Difabel Bisa Berusaha” sebagai wujud komitmen menghadirkan TJSL inklusif dan berkelanjutan. 

 

“Setiap individu tanpa terkecuali memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa,” katanya.

 

 

 

Program ini merupakan rangkaian kegiatan di 12 kota dengan 380 penerima manfaat. Di Surabaya, terdapat 50 peserta dari beragam latar belakang disabilitas, mulai Tuna Netra, Tuna Daksa, Tuna Rungu, Tuna Laras, disabilitas mental, hingga juru bahasa isyarat dan pendamping.

 

Selain sejalan dengan SDGs poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan), PNM juga mencatat hingga pertengahan 2025 telah menyalurkan pembiayaan Rp43,77 triliun kepada 13,3 juta nasabah di Indonesia. Di Jawa Timur, penyaluran mencapai Rp7,37 triliun untuk 2,39 juta nasabah.

 

Acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara Dinsos Jatim, Galeri Disabilitas Kinasih, dan UPT Gadisku untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan sosial-ekonomi penyandang disabilitas di Jatim. (ivan)