Khofifah Tekankan Sinergi Ulama–Umara Jadi Kunci Kemaslahatan Umat di Musda MUI Jatim

parlemen | 28 Desember 2025 08:28

Khofifah Tekankan Sinergi Ulama–Umara Jadi Kunci Kemaslahatan Umat di Musda MUI Jatim
Musda ke-XI MUI Jatim yang telah menghasilkan ketua baru KH Mutawakkil Alallah. (dok detik)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara ulama dan umara sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan umat di tengah dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan tekanan global yang kian kompleks.

 

Penegasan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menetapkan kembali KH Mutawakkil Alallah sebagai Ketua MUI Jatim periode 2025–2030, Sabtu, (27/12/2025).

 

Menurut Khofifah, kolaborasi yang harmonis antara ulama dan pemerintah menjadi kunci menghadirkan kebijakan yang adil, menenteramkan, serta berkelanjutan bagi masyarakat. Dilansir dari detik.com, Minggu, (28/12/2025).

 

“Ketika ulama dan umara berjalan seiring dan saling menguatkan, pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menegaskan, ulama memiliki peran strategis sebagai penjaga moral, pemberi pencerahan, dan penuntun umat. Sementara umara bertanggung jawab dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan bersama.

 

Khofifah menyebut Musda bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan umat, memperkuat peran keumatan, serta menjaga MUI tetap menjadi rujukan dalam persoalan akidah, akhlak, dan persatuan bangsa.

 

“Dari Musda ini diharapkan lahir keputusan bijaksana, kepemimpinan yang amanah, serta program kerja yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan umat,” katanya.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan sejumlah peluang strategis tahun 2026 yang dapat disinergikan bersama MUI, di antaranya rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jawa Timur untuk pencanangan swasembada gula putih, serta pengumuman swasembada beras nasional 2025 dengan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar.

 

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan pengembangan Grand Parent Stock (GPS) ayam petelur dan pedaging yang akan dipusatkan di Malang, serta program pengadaan sapi perah senilai Rp2,4 triliun bagi masyarakat Jawa Timur.

 

“Program-program ini perlu ditangkap oleh MUI kabupaten/kota agar sejalan dengan tema sinergi ulama dan umara demi kesejahteraan umat,” tegasnya.

 

 

 

Khofifah berharap Musda XI MUI Jatim menjadi momentum penguatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, sekaligus memperkuat institution building dan capacity buildingagar peran MUI semakin kokoh di semua lini.

 

“Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan tanggung jawab, mari membangun Jawa Timur yang religius, sejahtera, dan berkeadilan demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

 

Musda XI MUI Jatim turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Dewan Pertimbangan dan Pengurus MUI Jatim, Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Timur. (ivan)