Sidak Pasar Tambakrejo, Khofifah Pastikan Stok Aman dan Siapkan Intervensi Harga Jelang Ramadhan

parlemen | 17 Februari 2026 06:22

Sidak Pasar Tambakrejo, Khofifah Pastikan Stok Aman dan Siapkan Intervensi Harga Jelang Ramadhan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa? didampingi Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Aftabuddin Rijaluzzaman dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan saat meninjau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambakrejo, Surabaya.

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar TambakrejoSurabaya, Minggu, (15/2/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta menjaga stabilitas harga menjelang Bulan Suci Ramadhan.

 

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk memantau kondisi riil pasar, khususnya kesiapan pasokan menjelang lonjakan permintaan pada awal Ramadhan.

 

“Biasanya menjelang Ramadhan ada kebutuhan yang disiapkan keluarga untuk dua sampai tiga hari pertama. Ketika permintaan meningkat sementara suplai tetap, maka beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan,” ujar Khofifah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cabai, Ayam, dan Telur Alami Kenaikan

 

Berdasarkan hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Di antaranya cabai rawit merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

 

Per Minggu (15/2), harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp40.000 per kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara telur ayam ras mencapai Rp32.000 per kilogram atau di atas HET Rp30.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah menembus Rp85.000 per kilogram, jauh di atas kisaran HET Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

 

“Yang paling dirasakan adalah cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam. Sementara daging sapi masih stabil di kisaran Rp120.000 per kilogram untuk kualitas terbaik. Sedangkan gula naik sekitar Rp500 sampai Rp800,” jelasnya.

 

Di sisi lain, sejumlah komoditas relatif stabil, seperti beras premium sekitar Rp16.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.200 per kilogram, serta gula pasir di kisaran Rp17.000 per kilogram.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Intervensi Distribusi dan Tambahan Pasokan

 

Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan intervensi distribusi untuk menjaga stabilitas harga, termasuk meningkatkan pasokan minyak goreng MinyaKita di pasar tradisional.

 

Menurutnya, langkah intervensi distribusi dan penambahan suplai menjadi strategi cepat untuk menekan gejolak harga dalam jangka pendek.

 

“Apalagi ini momen Megengan, hari ini dan besok, sehingga masyarakat banyak yang menyetok kebutuhan. Namun biasanya di awal Ramadhan harga kembali stabil,” tuturnya.

 

Ia memastikan pemerintah akan terus memantau kondisi pasar dan mengambil langkah strategis agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali.

 

“Mudah-mudahan stabilisasi harga bisa segera dilakukan dengan supply yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

 

 

Khofifah Borong Apem, Simbol Tradisi Megengan

 

Di sela sidak, Khofifah juga membeli kue apem dari pedagang pasar. Ia menjelaskan, apem memiliki makna filosofis dalam tradisi Megengan masyarakat Jawa sebagai simbol permohonan maaf dan ungkapan syukur menjelang Ramadhan.

 

Kue tersebut akan digunakan dalam kegiatan Megengan di Masjid Al Akbar Surabaya, yang menjadi salah satu tradisi penting masyarakat dalam menyambut bulan suci.

 

“Nanti kita akan melaksanakan Megengan di Masjid Al Akbar Surabaya. Karena kebutuhannya banyak dan proses pembuatannya cukup berat, saya sengaja membeli apem di pasar ini untuk disiapkan bagi masyarakat dan tamu,” pungkasnya. (ivan)