MALANG, PustakaJC.co — Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos), bantuan modal usaha, tali asih, hingga zakat produktif kepada ribuan warga di Kabupaten Malang, Minggu, (22/2/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bantalan sosial bagi kelompok rentan.
Penyaluran bantuan berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang dan menyasar berbagai kelompok penerima, mulai dari keluarga penerima manfaat, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha inklusif. Dilansir dari antaranews.com, Senin, (23/2/2026).
“Ini bagian dari upaya memastikan bantuan tersalurkan maksimal, termasuk melalui program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Jawara dan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) Plus,”ujar Khofifah.
Berdasarkan data Dinas Sosial Jawa Timur, sebanyak 2.083 keluarga menerima bansos PKH Plus. Selain itu, 135 penyandang disabilitas mendapat bantuan asistensi sosial, 12 penerima bantuan modal KIP Putri Jawara, delapan penerima KIP Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), serta 108 penerima KIP Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jawara.
Tak hanya itu, 55 anak di lembaga kesejahteraan sosial anak menerima bantuan permakanan. Sebanyak 222 pendamping sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga menerima bantuan operasional dan tali asih, sementara 50 warga memperoleh zakat produktif.
“Harapannya bantuan ini bisa menstimulus kemandirian ekonomi masyarakat. Memang ada yang sifatnya charity, tetapi tujuannya tetap pemberdayaan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani menyebut total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp7 miliar. Bantuan tersebut juga mencakup dukungan untuk Badan Usaha Milik Desa, program Desa Berdaya, dan Jatim Puspa yang menjangkau sembilan desa.
“Kami transfer langsung ke rekening penerima, termasuk bantuan keuangan khusus dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Semua bersumber dari APBD Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Restu, bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong masyarakat keluar dari jerat kemiskinan.
Ia juga memastikan proses pemutakhiran data terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Warga yang belum pernah menerima bantuan dipersilakan melapor untuk diverifikasi sesuai tingkat kesejahteraan atau desil.
“Kalau masuk desil 1 sampai 5, bisa diusulkan dan diverifikasi agar mendapatkan bantuan,” katanya.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov Jawa Timur dalam memperluas jaring pengaman sosial, sekaligus mempercepat penguatan ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan. (ivan)