SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencetak capaian baru dalam misi dagang luar negeri. Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Malaysia yang dipimpinnya berhasil membukukan transaksi hingga Rp15,25 triliun.
Capaian tersebut diraih dalam forum East Java Trade and Investment Forum 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Rabu, (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 105 pelaku usaha dari Indonesia dan Malaysia.
Nilai transaksi tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan misi dagang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik di dalam maupun luar negeri. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (30/4/2026).
Secara rinci, nilai penjualan mencapai Rp14,58 triliun. Sementara pembelian tercatat Rp19,55 miliar dan realisasi investasi sebesar Rp650 miliar.
Sejumlah komoditas unggulan menjadi penopang transaksi. Di antaranya tembaga, tepung, tembakau, produk olahan makanan, kopi, teh, rempah-rempah, hingga bahan kimia.
Tak hanya perdagangan, forum ini juga menghasilkan kerja sama investasi strategis. Salah satunya pengembangan kawasan terintegrasi layanan karantina, logistik, dan perdagangan Jatim Hub di kawasan Puspa Agro.
“Pertemuan ini menjadi momentum membangun kesamaan perspektif agar proses perdagangan dan investasi dapat saling menguatkan kedua belah pihak,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan, misi dagang tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya masih dalam tahap penjajakan, kini telah menghasilkan transaksi konkret dengan nilai signifikan.
Dari sisi kinerja perdagangan, Jawa Timur juga mencatatkan surplus dengan Malaysia pada 2025 sebesar 967,06 juta dolar AS. Nilai ekspor mencapai 1,53 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 572,37 juta dolar AS.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis. Di antaranya antara PT Greenfields Indonesia dengan MyTernak Malaysia terkait komoditas peternakan.
Selain itu, PT Jatim Grha Utama menjalin kerja sama dengan Saengineersmy SDN BHD untuk pengembangan kawasan logistik dan perdagangan terintegrasi.
Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menilai forum ini sebagai platform strategis yang membuka peluang kolaborasi lebih luas antara kedua negara.
Ia memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur akan terus mendukung tindak lanjut kerja sama tersebut agar segera terealisasi.
Khofifah juga mengapresiasi kontribusi pelaku usaha, termasuk UMKM dan industri, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga menembus pasar global.
Dengan jumlah penduduk sekitar 42,3 juta jiwa serta peran sebagai pemasok sekitar 80 persen logistik kawasan Indonesia Timur, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. (ivan)