SURABAYA, PustakaJC.co - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi berlangsung meriah dengan pameran dan konvoi kendaraan listrik karya siswa SMK Jawa Timur. Puluhan kendaraan listrik mulai dari motor hingga mobil hasil inovasi siswa dan guru SMK sukses mencuri perhatian jajaran Forkopimda Jawa Timur serta tamu undangan yang hadir.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa tampak antusias melihat langsung berbagai kendaraan listrik yang dipamerkan di halaman Grahadi. Ia menilai karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK Jawa Timur memiliki kompetensi dan kreativitas tinggi dalam menghadapi era elektrifikasi otomotif dan transformasi industri masa depan.
“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.
Khofifah menjelaskan, karya kendaraan listrik tersebut sengaja dipamerkan pada momentum Hardiknas agar masyarakat luas mengetahui kemampuan luar biasa yang dimiliki siswa SMK di Jawa Timur.
“Karya-karya kendaraan listrik ini sengaja dipamerkan agar publik mengetahui bahwa anak-anak SMK kita memiliki kemampuan luar biasa. Harapannya mereka semakin termotivasi untuk berkarya dan semakin banyak industri yang bersinergi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan kendaraan listrik oleh SMK juga menjadi bentuk kontribusi generasi muda Jawa Timur dalam mendukung transisi energi hijau dan menekan emisi gas rumah kaca.
Bahkan, beberapa kendaraan listrik karya SMK disebut mulai dilirik industri untuk dikembangkan lebih lanjut hingga diproduksi secara massal. Hal itu dinilai menjadi sinyal positif bahwa hasil karya pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ungkap Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur semakin mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri yang bergerak cepat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa momentum Hardiknas tidak hanya menjadi refleksi peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.
Ia menjelaskan, dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik.
“Kenapa kita tampilkan di sini? Karena kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa anak-anak kita belajar dengan sungguh-sungguh dan mampu menghasilkan produk luar biasa,” ujarnya.
Menurut Aries, beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi siswa untuk terus mengembangkan inovasi di bidang otomotif.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi pendidikan vokasi kita. Anak-anak SMK bukan hanya belajar teori, tetapi sudah mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan dunia industri,” tegasnya.
Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik di antaranya SMK Wijaya Putra Surabaya dengan lima unit konversi sepeda motor listrik, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjodengan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik, SMK Antartika 1 Sidoarjo dengan satu mobil listrik, SMK Krian 2 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik, serta SMK Senopati Sedati Sidoarjodengan satu sepeda motor listrik.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, terdapat 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur yang terdiri dari 101 SMK negeri dan 380 SMK swasta. Khusus wilayah Surabaya terdapat 37 SMK otomotif, sedangkan di Sidoarjo terdapat 31 SMK otomotif. (ivan)