Pengangguran di Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Makin Bergerak Positif

parlemen | 23 Mei 2026 10:44

Pengangguran di Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Makin Bergerak Positif
FLYER Ekonomi Makin Bergerak Positif.

SURABAYA, PustakaJC.co – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Februari 2026 turun menjadi 3,55 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sekaligus berada di bawah rata-rata nasional sebesar 4,68 persen.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian itu menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Timur terus bergerak dan mampu menyerap tenaga kerja lebih luas.

 

“Alhamdulillah, pengangguran di Jawa Timur semakin terkendali. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak positif dan mampu menyerap tenaga kerja secara lebih luas,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu.

 

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka pengangguran di provinsi tersebut terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Pada Februari 2021, TPT tercatat sebesar 5,17 persen dan turun menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

 

Khofifah mengatakan, penurunan pengangguran tidak lepas dari berbagai program intervensi Pemprov Jatim, salah satunya penguatan link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk membuka akses kerja ke luar negeri.

 

Menurutnya, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan peserta magang kerja dan pekerja migran terbanyak di Indonesia.

 

Pada 2026, tercatat sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan LKP mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 1.617 peserta dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

 

“Ini menunjukkan lulusan SMK dan LKP Jawa Timur semakin kompetitif dan mendapat kepercayaan di pasar kerja internasional,” katanya.

 

 

Tak hanya itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jawa Timur juga naik menjadi 74,78 persen atau meningkat 0,53 persen poin dibanding Februari 2025.

 

Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur kini mencapai 25,14 juta orang, dengan jumlah penduduk bekerja sebesar 24,25 juta orang atau meningkat sekitar 388,04 ribu orang dibanding tahun sebelumnya.

 

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 31,76 persen terhadap total penduduk bekerja di Jawa Timur.

 

Meski demikian, Khofifah mengakui tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar, terutama tingginya dominasi pekerja informal.

 

 

Saat ini, persentase pekerja formal di Jawa Timur baru mencapai 35,56 persen, sementara pekerja informal masih mendominasi sebesar 64,44 persen.

 

“Ini menjadi tantangan kita bersama untuk mendorong transformasi menuju pekerjaan yang lebih formal, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus mendorong pengembangan industri padat karya modern, penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, hingga perluasan pendidikan dan pelatihan vokasi.

 

“Transformasi ketenagakerjaan harus dilakukan secara komprehensif. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan kualitas, perlindungan, dan keberlanjutannya,” tuturnya. (ivan)