SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis industri di Jawa Timur akan semakin berdaya saing melalui penyelenggaraan ALLPack Surabaya Expo 2026. Pameran kemasan berskala internasional yang berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di Grand City Convex Surabaya itu dinilai mampu memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Saat membuka pameran, Rabu, (1/7/2026), Khofifah mengatakan penguatan sektor manufaktur menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi di berbagai sektor. Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar di bidang perikanan, pertanian, agro, hingga hortikultura yang membutuhkan proses pengolahan dan pengemasan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (2/4/2026).
“Ketika manufaktur diperkuat maka ada hilirisasi. Dari dulu saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Jika proses ini diperkuat sesuai kebutuhan ekspor, mulai dari standar bahan baku, tingkat kesehatan produk hingga kemasan, maka akan memberikan penguatan yang luar biasa terutama bagi IKM,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, proses pengolahan dan pengemasan pascapanen menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai ekonomi suatu produk. Tanpa pengolahan yang tepat, produk lebih cepat rusak sehingga berpotensi menurunkan pendapatan pelaku usaha.
Karena itu, Khofifah mendorong hadirnya investasi yang mampu menghadirkan solusi di sektor pengolahan dan pengemasan sehingga produk-produk unggulan Jawa Timur memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Misi dagang di Jawa Timur bukan kita ingin besar sendiri, tetapi bagaimana kita tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” katanya.
Mantan Menteri Sosial RI tersebut juga optimistis pameran internasional ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi mampu menghasilkan tindak lanjut nyata berupa kerja sama bisnis serta memperluas akses pelaku UMKM dan IKM terhadap konsultasi desain kemasan dan pengembangan produk.
“Insya Allah, plan of action dari event ini akan menjadi bagian penting setelah expo ini. Bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga seluruh provinsi di Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan ALLPack Surabaya Expo 2026 diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.
Selain menghadirkan pelaku industri dari berbagai negara, pameran tersebut juga melibatkan sekitar 10 IKM dari Jawa Timur dan sejumlah daerah di Pulau Jawa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan industri nasional.
“Kami juga bangga menghadirkan sekitar 10 IKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah di Pulau Jawa sebagai bagian upaya memperkuat industri nasional. Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan dukungan kepada kami,” ujar Daud. (ivan)