120 Murid Indonesia dari Malaysia dan Arab Saudi Tempuh Pendidikan di Jawa Timur

parlemen | 03 Juli 2026 16:17

120 Murid Indonesia dari Malaysia dan Arab Saudi Tempuh Pendidikan di Jawa Timur
Gubernur Khofifah pada Penjemputan dan Pembekalan Murid Program ADEM Repatriasi Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Hotel Premiere Place Airport. (dok jatimpos)

SIDOARJO, PustakaJC.co – Sebanyak 120 murid Indonesia yang selama ini menetap di Malaysia dan Arab Saudi akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Jawa Timur melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi Tahun 2026. Program tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

 

Para peserta disambut dalam kegiatan penjemputan dan pembekalan di Hotel Premiere Place Airport, Juanda, Sidoarjo, Kamis, (2/7/2026). Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Program ADEM Repatriasi tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga membangun karakter serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para peserta. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (3/7/2026).

 

“Menurut saya, ini adalah wujud dimana anak-anak diberikan kesempatan untuk bisa mendapatkan pendidikan terbaik bagi masa depan mereka, juga penguatan karakter,” ujar Khofifah.

 

Program ADEM Repatriasi merupakan program afirmasi pemerintah yang ditujukan bagi putra-putri PMI di luar negeri agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah terbaik di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali.

 

 

Pada tahun 2026, Jawa Timur menerima 120 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, yakni 90 murid dari Sabah, Malaysia, 18 murid dari Kuala Lumpur, lima murid dari Johor Bahru, serta tujuh murid dari Jeddah, Arab Saudi.

 

Saat kegiatan pembekalan berlangsung, sebanyak 92 murid telah tiba di Jawa Timur. Sementara 10 peserta dijadwalkan datang pada hari berikutnya, sedangkan sisanya akan menyusul pada 8 dan 9 Juli karena masih menyelesaikan dokumen perjalanan.

 

“Yang dari Kuala Lumpur kenapa belum bisa hadir hari ini karena masih pada proses pemenuhan dokumen,” kata Khofifah.

 

Selama menempuh pendidikan di Jawa Timur, para peserta akan belajar di 29 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota, terdiri atas 18 SMA dan 11 SMK. Seluruh sekolah dipilih berdasarkan kualitas pendidikan dan kesiapan mendampingi peserta selama proses adaptasi.

 

Khofifah optimistis para peserta memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi seperti murid lainnya. Ia mencontohkan keberhasilan peserta Program ADEM Papua yang pada tahun ini banyak diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional.

 

“Anak-anak ADEM ini memiliki prestasi yang sangat bagus. Artinya mereka punya peluang yang sama dengan saudara-saudaranya untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik,” ungkapnya.

 

 

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan belajar yang setara dan pendampingan yang tepat mampu melahirkan generasi berprestasi tanpa memandang latar belakang.

 

Selain pendidikan akademik, Khofifah meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan karakter peserta selama berada di Jawa Timur.

 

“Pesan saya, mereka adalah putra-putri panjenengan, maka tugas setiap unit pendidikan ini memberikan pembelajaran, tidak sekadar pengajaran tetapi juga memberikan penguatan karakter,” pesannya.

 

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh peserta menumbuhkan semangat nasionalisme dengan membagikan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Tanah Airku serta Bendera. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman sebagaimana nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi warisan bangsa.

 

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan seluruh peserta ditempatkan di sekolah-sekolah terbaik agar mampu beradaptasi dan berkembang bersama peserta didik lainnya.

 

“Sekolah yang kita siapkan adalah sekolah-sekolah yang terbaik supaya mereka bisa langsung menyesuaikan dengan murid-murid yang lain yang ada di Jawa Timur,” ujarnya.

 

Salah seorang peserta asal Sekolah Indonesia Johor Bahru, Malaysia, Nurul Syafah Aulia, mengaku bersyukur dapat mengikuti Program ADEM Repatriasi. Menurutnya, program tersebut membuka jalan bagi anak-anak PMI untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik di Tanah Air.

 

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah mengadakan program ini. Saya bisa melanjutkan pendidikan di Indonesia dengan fasilitas yang sangat bagus. Semoga saya bisa berprestasi dan membanggakan Indonesia,” pungkasnya. (ivan)