Khofifah Ungkap Kekuatan Jatim Dukung Ketahanan Pangan Nasional

parlemen | 24 Juli 2026 13:47

Khofifah Ungkap Kekuatan Jatim Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya TNI Terintegrasi di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi gula, padi, dan kedelai. Menurutnya, peran strategis tersebut menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Sabtu, (18/7/2026).

 

“Jawa Timur memiliki peran sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional,”tegas Khofifah, dikutip dari antaranews.com, Jumat, (24/7/2026).

 

Ia menjelaskan, Jawa Timur saat ini menjadi produsen gula terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional. Sepanjang 2025, produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton atau menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.

 

Untuk mempertahankan capaian tersebut, Pemprov Jawa Timur memperkuat sektor pergulaan melalui Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare pada 2026. Dengan demikian, total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

 

 

 

Selain menjadi sentra gula nasional, Jawa Timur juga tetap berperan sebagai salah satu lumbung padi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dari luas panen tersebut, produksi padi mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.

 

Di sisi lain, pengembangan komoditas kedelai terus diperkuat melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga pendampingan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas.

 

Khofifah menilai seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta para petani dalam mengoptimalkan pola tanam, penggunaan benih unggul, penguatan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga pendampingan secara berkelanjutan.

 

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis Indonesia akan semakin cepat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujar Khofifah.

 

 

Ia juga menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan TNI bersama masyarakat dalam panen raya menjadi bukti bahwa membangun ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, menyampaikan bahwa panen raya serentak di 43 titik membuktikan ketahanan pangan bukan hanya menjadi urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa. (ivan)