TUBAN, PustakaJC.co – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Pasar Murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pantai Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Tingginya minat warga berbelanja membuat total transaksi selama kegiatan mencapai Rp106.761.000, Rabu, (29/7/2026).
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp99.278.000. Sementara itu, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menyumbang transaksi sebesar Rp7.483.000. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (30/7/2026).
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi komoditas paling diminati masyarakat. Sebanyak 1.400 sak beras ukuran 5 kilogram habis terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp77 juta.
Selain beras SPHP, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga ludes diserbu pembeli. Gula sebanyak 200 kilogram terjual senilai Rp2,8 juta, minyak goreng sebanyak 408 liter mencatat transaksi Rp5,304 juta, serta telur ayam ras membukukan penjualan senilai Rp4 juta.
Komoditas bawang merah dan bawang putih masing-masing terjual senilai Rp480 ribu. Tepung sebanyak 60 kilogram juga habis dengan nilai transaksi Rp600 ribu.
Tingginya minat masyarakat juga terlihat pada komoditas cabai. Sebanyak 15 kilogram cabai rawit merah habis terjual dengan nilai Rp600 ribu, sedangkan 15 kilogram cabai merah besar ludes dengan nilai transaksi Rp150 ribu.
Untuk beras premium, dari total stok 100 sak ukuran 5 kilogram, sebanyak 60 sak berhasil terjual dengan nilai transaksi Rp4,2 juta. Penjualan daging ayam ras juga cukup tinggi, yakni mencapai 114,5 kilogram dari stok 135 kilogram atau senilai Rp3.664.000.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pelaksanaan pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah, Pasar Murah kali ini kami laksanakan di Tuban. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saya juga membeli sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang memiliki produk-produk berkualitas,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pasar murah tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan bantuan beras SPHP kemasan lima kilogram kepada warga lanjut usia. Sementara itu, ibu hamil dan anak-anak menerima bantuan telur sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Usai menyerahkan bantuan, Gubernur menyapa warga, berdialog dengan masyarakat, sekaligus meninjau langsung aktivitas transaksi di lokasi pasar murah.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas penyelenggaraan pasar murah di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membantu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjadi sarana promosi produk UMKM lokal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tuban, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Jawa Timur beserta jajaran yang telah memilih Tuban sebagai lokasi pelaksanaan Pasar Murah. Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membantu menjaga daya beli, mengendalikan inflasi, sekaligus mendorong pelaku UMKM agar produknya semakin dikenal dan berkembang,” kata Halindra.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tuban akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat perekonomian melalui pemberdayaan UMKM. (ivan)