Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Nilai tersebut terdiri atas pembelian dari Kalimantan Barat sebesar Rp562,27 miliar dan penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun.
Dengan angka tersebut, neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mengalami surplus Rp3,19 triliun.
Dari sisi penjualan, komoditas utama Jawa Timur ke Kalimantan Barat didominasi produk hasil tembakau atau cerutu, cheroot dan sigaret sebesar 59,99 persen. Berikutnya gula tebu 17,80 persen, minuman fermentasi dari buah anggur segar 14,19 persen, garam dan natrium klorida murni 3,18 persen, serta pegas dari besi atau baja 1,05 persen.
Kelima komoditas tersebut berkontribusi 96,21 persen terhadap total penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat.
Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi minyak kelapa sawit mentah sebesar 63,84 persen, buah dan kernel kelapa sawit 27,78 persen, kayu gergajian 6,87 persen, tangerine mandarin clementine 1,49 persen, serta kemasan kertas dan karton 0,01 persen.
“Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat. Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” kata Khofifah.