Perluas Akses Pendidikan Ramah Disabilitas, Dindik Jatim Resmikan Pokja Inklusif dan MKKS SLB

pendidikan | 19 Desember 2025 05:38

Perluas Akses Pendidikan Ramah Disabilitas, Dindik Jatim Resmikan Pokja Inklusif dan MKKS SLB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengukuhkan 33 pengurus baru Pokja Pendidikan Inklusif dan MKKS SLB Jawa Timur. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif masa bakti 2025–2028 sekaligus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Pendidikan Khusus Jawa Timur resmi dikukuhkan sebagai langkah strategis membangun ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan.

 

Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengukuhkan sebanyak 33 pengurus Pokja Pendidikan Inklusif dan MKKS SLB Jawa Timur, Kamis, (18/12/2025). Para pengurus tersebut diharapkan mampu menguatkan kembali esensi pendidikan inklusif, yakni memastikan seluruh warga negara, termasuk ABK, memperoleh hak pendidikan yang layak dan bermutu. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (19/12/2025).

 

Aries menegaskan, pendidikan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab Sekolah Luar Biasa (SLB), tetapi seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, sekolah harus mampu memberikan pelayanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik dengan berbagai keterbatasan.

 

“Pendidikan bukan semata soal akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi. Anak berkebutuhan khusus memang memiliki keterbatasan secara fisik dan logika, namun mereka juga memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki masyarakat pada umumnya,” ujar Aries.

 

 

 

Sebagai langkah konkret penguatan layanan, Dindik Jatim mendorong pembentukan Rumah Solusi yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2026. Rumah Solusi akan berfungsi sebagai pusat pemetaan minat, bakat, dan kebutuhan kompetensi siswa ABK agar layanan pendidikan yang diberikan lebih tepat sasaran.

 

Ia menjelaskan, tidak semua SLB memiliki kompetensi yang sama, dan tidak semua siswa membutuhkan keterampilan yang seragam.

 

“Bisa saja sebuah SLB memiliki kompetensi tata boga, tetapi siswanya justru lebih berminat pada otomotif atau tata rias. Melalui Rumah Solusi, kebutuhan tersebut bisa dipetakan dan disinergikan dengan sekolah yang tepat,” jelasnya.

 

 

 

Melalui konsep ini, seluruh kompetensi yang relevan dengan kebutuhan khusus akan terintegrasi dan lebih bermanfaat, dibandingkan memaksakan program yang tidak sesuai dengan potensi peserta didik.

 

Dalam kesempatan yang sama, Aries juga berpesan kepada pengurus MKKS Pendidikan Khusus agar siap menghadapi tantangan pendidikan inklusif pada 2026 yang dinilai semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas, mutu layanan, serta strategi kepemimpinan yang adaptif dan progresif.

 

“Jika pada 2025 tidak melakukan perubahan, maka pada 2026 kita tidak akan mampu bersaing,”tegasnya.

 

Ia menantang para kepala sekolah tidak hanya berfokus pada revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana, tetapi juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan pendidikan. Menurutnya, kepemimpinan yang progresif akan mendorong perubahan sikap, budaya kerja, dan kinerja para guru.

 

 

 

Selain itu, Dindik Jatim juga mendorong pembentukan kader inklusi di setiap sekolah, penerapan e-rapor inklusi, serta pelaksanaan program pembelajaran individual. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan dashboard perkembangan SLB se-Jawa Timur, mulai dari progres peserta didik hingga kinerja satuan pendidikan.

 

Tak kalah penting, Dindik Jatim akan menjalankan Inkubator Bisnis Inklusi yang diarahkan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat ABK agar memiliki kompetensi yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta harkat dan martabat mereka.

 

“Sekolah tidak hanya memberikan akademik dan rapor, tetapi juga bekal kompetensi. Anak-anak ini harus memiliki pilihan, apakah bekerja mandiri, berwirausaha, atau masuk dunia usaha dan dunia industri. Link and match kita perkuat sejak awal,” pungkas Aries.

 

Ke depan, Dindik Jatim berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar ekosistem pendidikan inklusif di Jawa Timur semakin kuat, adaptif, dan berkelanjutan. (ivan)