Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan–Gresik, Anggaran Rp69,7 Miliar

pendidikan | 06 Maret 2026 17:44

Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan–Gresik, Anggaran Rp69,7 Miliar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

LAMONGAN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana 51 SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Rabu, (4/3/2026).

 

Program tersebut menelan anggaran sekitar Rp69,7 miliar yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di dua daerah tersebut.

 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh Gubernur Khofifah yang nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program.

 

Khofifah menegaskan, prasasti tersebut bukan sekadar penanda pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

 

“Peresmian ini ingin menyampaikan pesan bahwa lingkungan sekolah harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia juga meminta para kepala sekolah untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik agar mendukung proses belajar mengajar.

 

Salah satu perhatian yang ditekankan Khofifah adalah kebersihan toilet sekolah, yang menurutnya sering dianggap sepele padahal berkaitan dengan budaya hidup bersih dan sehat.

 

Ia mengungkapkan bahwa saat mengikuti retret kepala daerah di Magelang, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kebersihan toilet sekolah.

 

“Karena itu kami mencari role model sekolah dengan toilet yang bersih dan terpelihara dengan baik,” katanya.

 

 

 

Selain pembangunan fisik sekolah, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

 

Program ini telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri dari 60 sekolah di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan.

 

Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kemandirian dan ketahanan pangan bagi siswa.

 

Berbagai kegiatan yang dikembangkan antara lain budidaya sayuran seperti cabai, tomat, terong, mentimun, dan kangkung, serta tanaman buah seperti jambu, pepaya, dan pisang. Selain itu juga dikembangkan peternakan dan perikanan.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

Menurutnya, total 51 satuan pendidikan di Lamongan dan Gresik menerima program pembangunan dengan anggaran Rp69.704.570.000.

 

Rinciannya, Kabupaten Lamongan mendapat program revitalisasi di 32 sekolah dengan total anggaran Rp42,29 miliar, sedangkan Kabupaten Gresik mendapat 19 sekolah dengan anggaran sekitar Rp27,4 miliar.

 

“Program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan kualitas pendidikan yang layak dan merata di Jawa Timur,” ujarnya.

 

 

 

Revitalisasi tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer dan IPA, perpustakaan, ruang administrasi, toilet dan sanitasi sekolah, hingga ruang praktik siswa di SMK.

 

Bupati Lamongan Yuhronur Effendi menyambut baik program tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Lamongan.

 

Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan telah mencapai 76,8, berada di atas rata-rata Jawa Timur.

 

“Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah,” ujarnya.

 

Usai peresmian, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah, bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing Rp1 juta, serta sepatu sekolah dan penandatanganan poster motivasi bagi siswa dan guru. (ivan)