Sekolah Minim Informasi, Siswa Terhambat Masuk PTN

pendidikan | 09 April 2026 07:17

Sekolah Minim Informasi, Siswa Terhambat Masuk PTN
Suasana foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, usai kegiatan gelar wicara (talk show) pendidikan di SMK Negeri 3 Kota Madiun yang berlangsung hangat dan interaktif, diikuti para siswa, guru, dan narasumber. (dok antara)

MADIUN, PustakaJC.co — Praktisi pendidikan sekaligus dosen FISIP Universitas Airlangga, Suko Widodo, menyoroti masih terbatasnya informasi di tingkat SMA/SMK terkait strategi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat siswa dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai kemampuan.

 

“Hasil pengamatan kami, banyak sekolah belum memiliki informasi memadai soal strategi masuk PTN. Padahal, memahami kondisi kampus itu penting untuk mengukur kemampuan diri,” ujar Suko dalam gelar wicara pendidikan di SMK Negeri 3 Kota Madiun, Rabu (8/4).

 

Menurutnya, perbedaan kewenangan antara pendidikan menengah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan pendidikan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut memperlebar kesenjangan informasi tersebut. Dilansir dari antaranews.com, Kamid, (9/4/2026).

 

Ia menegaskan perlunya “jembatan” antara sekolah dan kampus melalui sosialisasi intensif. Salah satunya lewat kolaborasi kegiatan seperti gelar wicara yang menghadirkan pihak perguruan tinggi secara langsung.

 

Dalam kegiatan itu, sekolah mendapat pemahaman bahwa UNAIR memiliki berbagai jalur seleksi mandiri, termasuk jalur Golden Ticket bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.

 

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi keberagaman jalur masuk PTN tersebut. Menurutnya, hal ini membuka peluang bagi siswa dengan potensi non-akademik.

 

“Tidak semua siswa unggul di akademik. Ada yang kuat di ekstrakurikuler, dan jalur seperti ini bisa mengakomodasi mereka,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Madiun-Ngawi, Lena, menyatakan pihaknya akan membentuk tim di tiap sekolah yang melibatkan kepala sekolah dan guru BK untuk mendampingi siswa menentukan jurusan sesuai minat dan kemampuan.

 

“Kami juga libatkan orang tua melalui parenting, agar siswa bisa memahami pilihan antara minat, kemampuan, dan tantangan ke depan,” katanya.

 

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, sebanyak 17 siswa SMA/SMK berprestasi di wilayah Madiun-Ngawi menerima sertifikat Golden Ticket untuk masuk UNAIR sesuai program studi pilihan mereka. (ivan)