SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Salah satunya dengan mempermudah proses pengambilan PIN melalui jadwal layanan yang lebih fleksibel, penambahan operator, serta waktu pelayanan yang lebih panjang bagi calon murid.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sistem pelayanan tahun ini dibuat lebih longgar agar masyarakat dapat mengatur jadwal verifikasi data sesuai waktu yang tersedia. dilansir dari antaranews.com, Selasa, (2/6/2026).
“Semua sudah diatur waktunya. Mereka bisa memastikan di tanggal berapa dan jam berapa mendaftarkan untuk dilakukan verifikasi dari seluruh data primer mereka,” ujar Khofifah saat meninjau layanan pengambilan PIN di sejumlah SMA negeri di Surabaya, Selasa, (2/6/2026).
Berdasarkan data Pemprov Jatim, dari total kuota layanan sebanyak 1.495.200 calon murid, sebanyak 145.107 kuota telah terisi dan 114.070 peserta telah mendapatkan pelayanan.
Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur hanya sekitar 39,3 persen dari total lulusan SMP dan sederajat. Karena itu, calon siswa juga perlu mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif pendidikan lanjutan.
“Sebanyak-banyaknya mereka berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, tetapi kapasitas SMA-SMKN hanya sekitar 39,3 persen,” katanya.
Di sisi lain, Pemprov Jatim mengapresiasi meningkatnya partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa pendidikan. Tahun 2026 tercatat sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta membuka program beasiswa, meningkat dibandingkan 1.757 sekolah pada tahun sebelumnya.
Jumlah penerima manfaat juga mengalami kenaikan dari 72.989 siswa pada 2025 menjadi 79.086 siswa pada tahun ini.
Saat melakukan pemantauan di SMA Negeri 1 Surabaya, SMA Negeri 2 Surabaya, SMA Negeri 5 Surabaya, dan SMA Negeri 9 Surabaya, Khofifah menilai proses pelayanan berlangsung tertib dengan ruang verifikasi yang lebih luas serta antrean yang terkendali.
Pengambilan PIN berlangsung mulai 29 Mei hingga 9 Juni 2026. Untuk mendukung pelayanan, rata-rata setiap sekolah mendapat tambahan sekitar 10 operator.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa verifikasi data akan ditutup pada 10 Juni 2026.
Menurutnya, sistem antrean tahun ini jauh lebih lancar karena setiap sekolah memperoleh kuota pelayanan harian sebanyak 200 peserta. Selain itu, layanan tetap dibuka pada Sabtu, Minggu, dan hari libur.
“Kita tidak ingin lagi masyarakat merasa punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN,” ujar Aries.
Ia menambahkan, PIN merupakan syarat utama sebelum calon murid mengikuti tahapan seleksi melalui jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun jalur lainnya.
Hingga awal Juni 2026, sekitar 91 ribu calon murid telah mengambil PIN dari total kuota layanan sekitar 1,4 juta peserta. Pengambilan PIN dapat dilakukan secara daring, sedangkan proses verifikasi tetap dilakukan di sekolah tujuan untuk mencocokkan data yang telah diunggah.
Aries memastikan sejauh ini belum ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan SPMB. Bahkan calon murid yang belum menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) tetap dapat menggunakan surat keterangan kelas IX untuk mengurus pengambilan PIN. (ivan)