BONDOWOSO, PustakaJC.co — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa keberhasilan seorang kepala sekolah tidak ditentukan oleh banyaknya program yang dibuat, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan murid, guru, sekolah, hingga masyarakat.
Hal itu disampaikan Aries saat memberikan pembinaan kepada kepala SMA, SMK, pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) di Aula SMA Negeri 2 Bondowoso, Jawa Timur, Rabu, (12/8/2026).
Aries meminta setiap kepala sekolah yang mengikuti pembinaan membawa sedikitnya lima pekerjaan nyata untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (13/8/2026).
Lima pekerjaan tersebut meliputi terobosan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, langkah meningkatkan prestasi murid, upaya memperbaiki keberhasilan dan kenyamanan sekolah, strategi memperkuat karakter serta disiplin murid, dan inovasi unggulan yang menjadi identitas sekolah.
Menurut Aries, kepala sekolah tidak harus menunggu program besar maupun anggaran besar untuk melakukan perubahan.
“Mulailah dari sesuatu yang bisa dikerjakan hari ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar menjalankan tugas sesuai peraturan sekaligus terus menjadi pemimpin pembelajar. Setiap kepala sekolah didorong melakukan setidaknya satu langkah nyata setiap hari dan terus menghadirkan inovasi.
Aries menekankan pentingnya menentukan target, menjaga lingkungan sekolah tetap baik, serta meninggalkan warisan terbaik bagi peserta didik dan orang tua melalui penguatan karakter dan kedisiplinan.
Dalam kunjungannya, Aries turut mengapresiasi perkembangan SMA Negeri 2 Bondowoso yang dinilai mengalami perubahan signifikan dalam waktu sekitar satu tahun.
Sejumlah perubahan terlihat dari penataan ruang guru, ruang tata usaha, taman sekolah hingga kebersihan kamar mandi. Sekolah tersebut juga mulai menerapkan berbagai layanan berbasis digital.
“Jurnal guru, buku tamu, bimbingan siswa semuanya sudah dioperasikan secara digital,” katanya.
Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso Holifah Nurazizah mengatakan kehadiran Kadisdik Jatim menjadi motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk terus memberikan pembelajaran serta pendampingan terbaik bagi siswa.
Ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung kepada peserta didik sehingga mampu melahirkan generasi unggul menuju Generasi Emas 2045.
Selain digitalisasi layanan, SMA Negeri 2 Bondowoso juga menerapkan sejumlah program sekolah, di antaranya kantin tanpa uang tunai dan lingkungan sekolah tanpa asap rokok.
Sekolah tersebut juga menjadi perwakilan Ijen Geopark UNESCO serta mengembangkan budaya sekolah religius melalui pembiasaan tahsin Al Quran dan pelaksanaan salat duha setiap hari.
Program integritas di lingkungan sekolah turut mendapat apresiasi. Program tersebut menekankan kejujuran, penolakan terhadap kecurangan, pelayanan, serta sikap saling menghargai sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan berkualitas. (ivan)