Tak Pernah Jadi Paskibra, Siswi Sekolah Rakyat Kini Tembus Nasional

pendidikan | 16 Agustus 2026 07:58

Tak Pernah Jadi Paskibra, Siswi Sekolah Rakyat Kini Tembus Nasional
Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat jadi calon paskibraka nasional. (dok jatimpos)

JAKARTA, PustakaJC.co – Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil menembus seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Pencapaian tersebut menjadi sejarah karena Ismi merupakan siswi pertama Sekolah Rakyat yang lolos hingga tingkat nasional.

 

Gadis berusia 16 tahun asal Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, itu menjadi satu dari 76 putra-putri terpilih yang mewakili 38 provinsi. Pengumuman kelulusan disampaikan pada 22 Juni 2026. Dilansir darj jatimpos.co, Minggu, (16/8/2026).

 

Bagi Ismi, keberhasilan tersebut terasa istimewa. Sebab, sebelum bersekolah di Sekolah Rakyat, ia tidak pernah menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama.

 

Ia justru mulai mengenal dunia baris-berbaris setelah menjadi siswa SRT 22 Polewali Mandar. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka menjadi pintu awal bagi Ismi untuk mengenal latihan kedisiplinan dan baris-berbaris.

 

 

Sekolah kemudian memberikan dukungan penuh dengan mendaftarkan Ismi dalam seleksi Paskibraka. Ia juga mendapatkan bimbingan Wawasan Kebangsaan dan Intelegensia Umum, pengayaan kesenian, serta latihan baris-berbaris secara rutin.

 

Semangat Ismi semakin tumbuh setelah melihat sosok Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara. Meski hanya mengenalnya melalui media sosial, Ismi menjadikan Bianca sebagai inspirasi untuk meraih prestasi serupa.

 

Perjalanan menuju tingkat nasional pun tidak mudah. Seleksi yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

 

Peserta harus melewati berbagai tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), kesamaptaan, latihan baris-berbaris, tes kepribadian, hingga minat dan bakat. Pada tingkat provinsi, peserta juga menjalani psikotes.

 

Ismi berhasil melewati seluruh tahapan tersebut di tengah persaingan ketat. Dari 119.441 pendaftar, ia akhirnya terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional.

 

 

Setelah dinyatakan lolos, Ismi harus meninggalkan sementara kedua orangtuanya untuk menjalani karantina dan pelatihan terpusat di Jakarta. Ia mulai mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 sejak 14 Juli 2026.

 

Jarak dengan keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi Ismi. Sebelumnya, ia masih dapat bertemu orangtuanya setiap dua minggu ketika berada di Sekolah Rakyat.

 

Namun, rasa rindu tersebut justru menjadi penyemangat bagi Ismi. Ia ingin menjalani seluruh rangkaian pelatihan dengan serius demi membanggakan kedua orangtuanya.

 

Kedisiplinan yang telah dibangun selama berada di Sekolah Rakyat juga membuat Ismi tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan pola kehidupan selama karantina.

 

 

 

Rutinitasnya dimulai sejak bangun pagi, mandi dan beribadah, kemudian olahraga pagi. Setelah itu, ia menjalani latihan hingga siang, istirahat, salat dan makan, sebelum kembali mengikuti latihan hingga sore.

 

Pola tersebut menurut Ismi tidak jauh berbeda dengan kesehariannya selama berada di Sekolah Rakyat.

 

Kini, Ismi bersiap menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.

 

Ia bertekad memberikan kemampuan terbaik agar dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga, teman-teman, guru dan seluruh tenaga pendidik SRT 22 Polewali Mandar.

 

“Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat. Jangan putus asa, jangan mudah menyerah,” kata Ismi.

 

 

Wakil Kepala BPIP sekaligus Pengarah Program Paskibraka, Rima Agristina, memberikan apresiasi terhadap Sekolah Rakyat yang telah memberikan kesempatan kepada para siswanya untuk mengikuti program Paskibraka.

 

Menurut Rima, sebanyak 170 siswa Sekolah Rakyat mendaftar untuk mengikuti seleksi Paskibraka 2026. Dari jumlah tersebut, 48 siswa berhasil lolos di tingkat kabupaten/kota dan dua siswa melaju hingga tingkat provinsi.

 

Ismi menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional pada 2026.

 

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kesempatan dan dukungan yang tepat dapat membuka jalan bagi siswa dari berbagai latar belakang untuk mengejar cita-citanya hingga tingkat nasional. (ivan)