Menutup arahan rapat, Menko PMK menginstruksikan seluruh kementerian teknis untuk menyiapkan simulasi alternatif pembiayaan dalam rentang waktu satu minggu. Simulasi tersebut diminta membandingkan antara kebutuhan anggaran ideal dengan kebutuhan pokok mendasar (minimum essential).
"Kita harus menyesuaikan 'gratis' itu seperti apa sejauh tidak membebani masyarakat, namun tetap realistis. Saya minta alternatifnya disiapkan: angka idealnya berapa, dan minimum essential-nya berapa. Dalam waktu satu minggu kita bertemu lagi untuk segera dilaporkan kepada Presiden agar diambil keputusan," kata Sugiono.
Merespons instruksi tersebut, Menag Nasaruddin Umar menegaskan kesiapan jajarannya untuk memadukan data internal Kemenag dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan guna menyajikan simulasi pembiayaan yang akuntabel dan berkeadilan bagi seluruh siswa madrasah, santri, hingga mahasiswa PTKIN. (ivan)