Jejak dakwah dan pendidikan Mbah Mutamakkin diteruskan oleh para dzuriyah dan muridnya. Putra-putrinya seperti Mbah Hendrokusumo, Nyai Alfiyah (Nyai Godheg), dan Mbah Bagus menjadi waliyullah. Keturunannya termasuk ulama besar seperti KH Sahal Mahfudz (Rais ‘Aam PBNU), KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha’), dan KH Said Aqil Siroj.
“(Generasi penerusnya) mendirikan lembaga pendidikan dan kesehatan. Dari mereka lahir tokoh-tokoh nasional yang luar biasa,” jelas Zuli.
Salah satu peninggalan paling monumental adalah Masjid Kajen dan Perguruan Islam Matholi’ul Falah yang didirikan oleh Mbah Abdussalam, cucu Mbah Mutamakkin.