SURABAYA, PustakaJC.co – Dunia musik rock internasional berduka. Brad Arnold, vokalis sekaligus penulis lagu band rock asal Amerika Serikat 3 Doors Down, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah berjuang melawan kanker, Sabtu, (7/2/2026) waktu setempat.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak band melalui akun Instagram resmi @3doorsdown, Minggu, (8/2/2026). Dalam pernyataan resminya, Brad disebut mengembuskan napas terakhir dengan tenang saat tidur, didampingi sang istri, Jennifer, serta keluarga terdekat. Dilansir dari suarasurabaya.net, Minggu, (8/2/2026).
“Dengan hati yang sangat berat, kami menyampaikan bahwa Brad Arnold telah meninggal dunia. Dia pergi dengan damai setelah perjuangan panjang dan penuh keberanian melawan kanker,” tulis 3 Doors Down.
Brad Arnold dikenal sebagai sosok sentral dalam perjalanan 3 Doors Down. Selain vokalis, ia juga merupakan pendiri dan drummer awal band yang berjaya di era 2000-an. Karakter vokalnya yang khas dan lirik emosional menjadikan musik 3 Doors Down mudah diterima lintas generasi.
Nama Brad Arnold melekat kuat lewat lagu Kryptonite, yang ditulisnya saat masih berusia 15 tahun. Lagu tersebut menjadi pintu masuk kesuksesan 3 Doors Down, disusul deretan hit lain seperti Here Without You, When I’m Gone, dan Loser, yang mendominasi tangga lagu radio rock dan pop selama lebih dari satu dekade.
“Musiknya melampaui panggung. Lagu-lagu Brad menciptakan momen kebersamaan dan akan terus hidup meski lampu panggung telah padam,” lanjut pernyataan band.
Di luar musik, Brad dikenal sebagai pribadi yang hangat, rendah hati, dan religius. Ia juga terbuka mengenai perjuangannya melawan alkoholisme dan menjalani hidup sober sejak 2016.
Pada Mei 2025, Brad mengungkapkan dirinya didiagnosis kanker ginjal stadium 4 jenis clear cell renal carcinoma yang telah menyebar ke paru-paru. Meski harus membatalkan tur, ia tetap menunjukkan keteguhan hati. “Saya tidak takut. Saya hanya meminta doa,” ujarnya kala itu.
Sepanjang kariernya, 3 Doors Down meraih tiga Billboard Music Awards, sementara album debut The Better Life tercatat sebagai salah satu album terlaris di Amerika Serikat. Band ini juga mendirikan Better Life Foundation, yayasan amal yang fokus membantu anak-anak membutuhkan.
“Dia akan sangat dirindukan dan dikenang selamanya,” tutup pernyataan resmi band. (ivan)