Dalam masa jabatan 1928–1934, sejumlah proyek pembangunan direalisasikan. Di antaranya pembelian Marine Hotel yang kemudian difungsikan sebagai balai kota, perbaikan pasar besar dan kawasan alun-alun stasiun, pembangunan taman kota dan stadion, pendirian sekolah kejuruan, serta peningkatan layanan rumah sakit.
Peneliti arsip kolonial, Budi Santoso, menilai kebijakan Boissevain banyak berfokus pada sanitasi dan kesehatan masyarakat.
“Ia menata sistem penyembelihan daging dan memperbaiki drainase untuk menekan malaria, meski sempat mendapat penolakan dari pedagang,” ujar Sejarawan Pasuruan itu.