Atas kontribusinya dalam pembangunan kota, pada 1934 sebuah taman di Pasuruan diberi nama Burgemeester Boissevain Park sebagai bentuk penghargaan. Pada tahun yang sama ia dipindahkan menjadi wali kota Cirebon, sebelum akhirnya pada 1 Mei 1935 menjabat posisi serupa di Semarang.
Kiprah Boissevain menjadi bagian penting sejarah awal pemerintahan modern Kota Pasuruan, terutama dalam meletakkan dasar tata kelola kota dan perencanaan pembangunan pada masa kolonial. (ivan)