Misbach Yusa Biran, Abnar Romli, dan Alex Komang

Jejak Tokoh NU di Balik Layar Film Indonesia

tokoh | 03 April 2026 11:10

Jejak Tokoh NU di Balik Layar Film Indonesia
Tiga 3 tokoh lembaga kebudayaan NU, Lesbumi, yang aktif dan berkontribusi dalam film nasional dari kiri ke kanan Misbach Yusa Biran, Abnar Romli, dan Alex Komang. (dok nuonline)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam dunia perfilman nasional tak bisa dipandang sebelah mata. Sejumlah tokohnya, khususnya yang tergabung dalam Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), terbukti memberi kontribusi nyata dalam membangun industri film Tanah Air.

 

Tiga nama yang menonjol adalah Misbach Yusa Biran, Abnar Romli, dan Alex Komang.

 

Misbach Yusa Biran dikenal sebagai salah satu pilar penting perfilman Indonesia. Ia mulai bersentuhan dengan dunia film sejak 1950-an sebagai penulis skrip, sebelum kemudian dipercaya menjadi asisten sutradara dalam film garapan Usmar Ismail. dilansir dari nu.or.id, Jumat, (3/4/2026).

 

Kariernya terus berkembang hingga meraih penghargaan Sutradara Terbaik dalam Pekan Apresiasi Film Nasional 1967. Namun, kontribusi terbesarnya justru terletak pada upayanya merintis pusat dokumentasi film yang kini dikenal sebagai Sinematek Indonesia.

 

 

Peneliti BRIN Ahmad Nuril Huda menilai dedikasi Misbach dalam pengarsipan film sangat luar biasa.

 

“Di Sinematek Indonesia, kita melihat pengabdian seorang Misbach. Di tengah kesibukannya sebagai sineas, ia tetap menyimpan dan merapikan dokumentasi perfilman Indonesia,” ujarnya.

 

Selain aktif di dunia film, Misbach juga terlibat dalam aktivitas Lesbumi serta mengelola media milik NU.

 

Sementara itu, Abnar Romli merupakan sosok santri yang berhasil menembus industri film nasional. Lahir di Tegal, ia pernah menimba ilmu di Pesantren Tebuireng, Jombang, sebelum berkiprah di dunia seni.

 

 

Kariernya dimulai dari bawah sebagai pencatat skrip, kemudian berkembang menjadi asisten sutradara, hingga akhirnya menjadi sutradara penuh sejak 1974.

 

Namanya melejit lewat serial legendaris Misteri Gunung Merapi dengan tokoh ikonik Mak Lampir yang populer di era 1990-an. Selain film, Abnar juga aktif sebagai sastrawan dengan sejumlah karya cerpen, novel, dan naskah drama.

 

Di sisi lain, Alex Komang merupakan aktor papan atas Indonesia yang lahir dari keluarga kiai di Jepara. Pemilik nama asli Saifin Nuha ini memulai karier dari dunia teater sebelum dilirik oleh sutradara Teguh Karya.

 

Ia meraih Piala Citra sebagai aktor terbaik pada 1985, sekaligus mengukuhkan posisinya di industri film nasional. Meski sukses di dunia hiburan, Alex dikenal tetap menjaga nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan dan karyanya.

 

 

 

Ketua PP Lesbumi NU periode 2004–2015, Ngatawi Al-Zastrouw, menyebut Alex sebagai seniman NU yang konsisten membawa nilai pesantren ke dalam film.

 

“Sebagai artis senior, dia mampu menjaga diri dari gemerlap dunia artis dan tetap dekat dengan komunitas asalnya,” ujarnya.

 

Alex Komang membintangi berbagai film populer seperti Laskar Pelangi, Surat Kecil untuk Tuhan, hingga Guru Bangsa: Tjokroaminoto.

 

Kehadiran ketiga tokoh ini menegaskan bahwa NU tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga aktif membentuk wajah budaya populer Indonesia, khususnya di dunia perfilman.

 

Dari balik layar hingga panggung utama, jejak mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan sinema nasional yang terus berkembang.(ivan)