Keputusasaan kolektif ini adalah ladang subur bagi radikalisme, kriminalitas, hingga konflik bersenjata. Ketika seseorang merasa tidak lagi memiliki masa depan dalam sistem yang legal namun korup, jalan pintas ilegal atau ideologi ekstrem menjadi pelarian yang masuk akal.
Perang dan kekacauan global sering kali hanyalah manifestasi dari akumulasi kerakusan yang tidak lagi memiliki "rem" moral.
Sebagai penutup catatan ini, mewakili batin penderitaan rakyat, kita perlu ucapkan selamat! karena dalam kemabukan kolektif, panutan Pleo-Ava telah berhasil membangun sebuah peradaban yang luar biasa jenius. Sukses mencetak PhD sebanyak mungkin agar mereka bisa menjadi pengantar makanan paling terpelajar di dunia—sebuah efisiensi memukau di mana kapasitas intelektual tingkat tinggi digunakan hanya untuk mengejar peringkat algoritma aplikasi.
Terima kasih kepada para arsitek kebijakan publik karena telah mengubah negara menjadi papan catur raksasa. Sungguh mengagumkan melihat betapa rapinya strategi untuk saling menghancurkan kawan sendiri, sementara rakyat di bawah sana menonton sirkus perebutan kursi sambil menahan lapar.