Asa Bafagih

Tokoh Pers Pejuang Kemerdekaan RI yang Terlupakan

tokoh | 14 April 2026 18:18

Tokoh Pers Pejuang Kemerdekaan RI yang Terlupakan
Dok historia.id

SURABAYA, PustakaJC.co - Nama Asa Bafagih mungkin asing di telinga generasi muda, namun kiprahnya dalam dunia jurnalistik Indonesia justru sangat besar, bahkan ikut menyebarkan kabar Proklamasi Kemerdekaan RI ke seluruh penjuru negeri.


Sebagai jurnalis keturunan Arab yang lahir di Tanah Abang pada 1918, Asa dikenal sebagai sosok intelektual yang tajam dan berani. Ia mengawali kariernya sebagai penerjemah artikel berbahasa Arab sebelum akhirnya terjun penuh menjadi wartawan dan editor di berbagai media penting. 



Peran pentingnya terlihat saat momen krusial kemerdekaan Indonesia. Bersama Adam Malik, Asa terlibat dalam penyebaran berita Proklamasi melalui jaringan kantor berita yang kemudian dikenal sebagai ANTARA. Ia menjadi bagian penting dalam memastikan informasi kemerdekaan sampai ke publik meski dalam pengawasan ketat Jepang. 


Tak hanya itu, Asa juga dikenal sebagai Pemimpin Redaksi surat kabar Pemandangan. Melalui tulisannya, ia kerap mengkritik kebijakan pemerintah, bahkan sempat terseret kasus hukum karena dianggap membocorkan rahasia negara. Namun, ia menolak mengungkap sumber berita sebagai bentuk komitmen terhadap etika jurnalistik—sebuah sikap yang kemudian dikenang sebagai tonggak “hak tolak” dalam dunia pers Indonesia. 



Kariernya tak berhenti di dunia jurnalistik. Asa juga dipercaya menjadi diplomat dengan menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka dan kemudian Aljazair. Kemampuannya dalam berbagai bahasa, termasuk Arab dan Prancis, membuatnya mampu membangun hubungan internasional yang kuat bagi Indonesia di masa awal kemerdekaan. 


Meski memiliki kontribusi besar sebagai jurnalis, diplomat, dan politisi, nama Asa Bafagih perlahan tenggelam dari ingatan publik. Padahal, ia pernah menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah pers nasional dan turut membentuk wajah jurnalistik Indonesia modern.



Ia wafat pada 1978, namun warisan pemikirannya tetap relevan hingga kini. Bahkan, sejumlah pihak menilai Asa Bafagih layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya dalam dunia pers dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.


Kisah Asa Bafagih menjadi pengingat bahwa banyak tokoh besar bangsa yang belum mendapat sorotan layak dalam sejarah. Sosoknya bukan hanya jurnalis, tetapi juga pejuang informasi yang berani dan berintegritas tinggi. (int)