Di moment May Day, Sigit mengirim pesan yang sederhana namun tegas: kolaborasi adalah kunci.
Ia meminta pekerja terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas, sementara pengusaha diminta konsisten memenuhi hak-hak tenaga kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang layak.
“Pemerintah akan selalu hadir sebagai fasilitator dan mediator. Harapannya, hubungan industrial di Jawa Timur tetap harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” tutur Kadisnakertrans Jatim itu.
Di tengah ketidakpastian global, Hari Buruh 2026 bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa dunia kerja sedang berubah—dan semua pihak dituntut untuk beradaptasi, bukan sekadar bertahan. (ivan)