Syekh Junaid al-Batawi

Ulama Betawi Jadi Imam Masjidil Haram Pertama dari Nusantara

tokoh | 30 Juni 2026 06:02

Ulama Betawi Jadi Imam Masjidil Haram Pertama dari Nusantara
Dok wikipedia

SURABAYA, PustakaJC.co – Sejarah mencatat Indonesia telah melahirkan ulama yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam jauh sebelum kemerdekaan. Salah satu tokoh paling berpengaruh adalah Syekh Junaid al-Batawi, ulama asal Betawi yang dikenal sebagai orang Nusantara pertama yang dipercaya menjadi imam di Masjidil Haram, Makkah.

 

Keberadaan Syekh Junaid al-Batawi menjadi bukti bahwa ulama Nusantara telah memainkan peran penting dalam perkembangan keilmuan Islam di Tanah Suci sejak abad ke-19.

 

Dalam berbagai literatur sejarah, Syekh Junaid al-Batawi disebut mencapai kedudukan tinggi di kalangan ulama mazhab Syafi'i. Bahkan, ia mendapat gelar Syaikhul Masyayikh atau gurunya para guru karena keluasan ilmu dan pengaruhnya terhadap banyak ulama dari berbagai negara.

 

Tokoh yang lahir di kawasan Pekojan, Batavia (kini Jakarta) tersebut juga dikenal sebagai salah satu poros silsilah keilmuan ulama Betawi pada era modern.

 

 

Tahun kelahirannya belum diketahui secara pasti. Demikian pula tahun wafatnya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.

 

Sejarawan Jakarta Alwi Shahab menyebut Syekh Junaid wafat pada 1840. Namun, budayawan Betawi Ridwan Saidi memiliki pandangan berbeda berdasarkan catatan orientalis Belanda, Snouck Hurgronje.

 

Dalam catatan Hurgronje yang kemudian diterbitkan dalam buku Mecca in the Latter Part of 19th Century, disebutkan bahwa Syekh Junaid telah menetap di Makkah sejak 1834 dan tinggal di kota suci tersebut selama sekitar 60 tahun.

 

Hurgronje bahkan pernah berusaha menemui Syekh Junaid al-Batawi ketika melakukan penelitian di Makkah. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sang ulama.

 

 

Selain dikenal sebagai imam Masjidil Haram, Syekh Junaid al-Batawi juga merupakan guru bagi banyak ulama dari berbagai penjuru dunia. Pengaruhnya menjadikan nama ulama asal Nusantara diperhitungkan dalam perkembangan keilmuan Islam internasional.

 

Syekh Junaid diketahui memiliki istri bernama Siti Rohmah dan dikaruniai empat orang anak, dua di antaranya bernama Asad dan Said.

 

Jejak perjuangan Syekh Junaid al-Batawi menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki warisan intelektual Islam yang besar. Kiprah ulama Nusantara di Tanah Suci membuktikan bahwa kontribusi Indonesia terhadap peradaban Islam telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian penting dari sejarah dunia Islam.

(int)