Dalam pertemuan tersebut, MUI menyampaikan sejumlah agenda strategis, di antaranya penyelenggaraan Pra-Kongres Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) bertema “Arah Baru Budaya Islam Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa” yang akan digelar pada 18–19 Juli 2026 di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Tangerang.
Forum itu juga akan menjadi momentum penyusunan Manifesto Peradaban Islam Indonesia, yang diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat budaya Islam sebagai kekuatan peradaban nasional. MUI bahkan mengundang Fadli Zon untuk menyampaikan pidato peradaban sekaligus mendorong penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kebudayaan sebagai dasar kerja sama jangka panjang.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Fadli Zon ingin memastikan budaya Islam tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga menjadi sumber inovasi, kreativitas, pendidikan, dan diplomasi budaya Indonesia. Baginya, pembangunan kebudayaan bukan sekadar melestarikan masa lalu, melainkan membangun fondasi peradaban yang mampu menjawab tantangan masa depan. (ivan)