Arumi Bachsin

Dorong Wastra Jatim Lebih Relevan bagi Generasi Z

tokoh | 11 Juli 2026 20:36

Dorong Wastra Jatim Lebih Relevan bagi Generasi Z
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin (bernaju merah)

MAKASSAR, PustakaJC.co – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong penguatan inovasi produk wastra dan kriya Jawa Timur agar semakin relevan dengan gaya hidup serta preferensi generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk menangkap peluang pasar seiring meningkatnya daya beli Generasi Z.
Pernyataan itu disampaikan Arumi usai menghadiri pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7).
Menurut Arumi, inovasi harus terus dilakukan tanpa menghilangkan identitas, nilai budaya, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan utama wastra Nusantara. Ia menilai regenerasi perajin, desainer, dan pelaku usaha kreatif menjadi kunci menjaga keberlanjutan industri wastra di tengah perubahan tren pasar yang berlangsung sangat cepat.

"Dekranasda Jawa Timur fokus bagaimana produk-produk wastra tetap relevan dengan tren dan kebutuhan pasar saat ini. Sekarang anak-anak muda, khususnya Gen Z, memiliki daya beli yang kuat. Ini menjadi peluang yang harus kita optimalkan," ujar Arumi.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah persepsi bahwa batik dan wastra tradisional hanya identik dengan busana formal. Menurutnya, kreativitas desainer muda mampu menghadirkan produk wastra yang lebih fleksibel digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
"Ternyata penerimaan anak-anak muda terhadap produk lokal semakin tinggi. Ini menjadi tantangan yang baik bagi kami untuk terus melakukan regenerasi, mulai dari perajin, desainer wastra, hingga pelaku usaha di bidang wastra," katanya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, salah satunya kompetisi Kartini Muda yang digelar pada April lalu. Program itu menjadi wadah bagi perempuan muda di bidang kuliner, desain, dan wastra untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pendampingan usaha.

Dalam rangkaian HUT Ke-46 Dekranas, Arumi bersama para Ketua Dekranasda se-Indonesia juga menerima arahan Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, yang menekankan pentingnya pembinaan UMKM kriya yang berorientasi pada hasil nyata.
Arumi berharap Dekranas dan Dekranasda tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pendamping, sekaligus penghubung antara perajin dengan pasar serta berbagai bentuk dukungan pemerintah.
"Dekranas memiliki peran yang sangat mulia karena menjadi penghubung antara produsen dan pasar, sekaligus menjembatani pelaku usaha dengan pemerintah beserta seluruh dukungannya. Banyak UMKM yang masih menghadapi kendala dari sisi permodalan, legalitas, maupun pengembangan usaha," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak UMKM kriya yang naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Pada ajang HUT Ke-46 Dekranas tersebut, Dekranasda Provinsi Jawa Timur juga menampilkan berbagai produk unggulan karya perajin dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, dan Kota Surabaya. Produk yang dipamerkan meliputi wastra, bordir, tas ecoprint, tas hand painting, kerajinan kayu, hingga beragam produk kriya lainnya.

Arumi turut mendampingi Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming saat mengunjungi booth Dekranasda Jawa Timur. Berbagai motif batik khas Jawa Timur diperkenalkan, di antaranya motif Kembang Bungur dari Surabaya serta motif khas Bojonegoro yang terinspirasi dari budaya lokal seperti Jati, Kayangan Api, Teksas Wonocolo, Waduk Pacal, Gayatri, dan Bunga Jati.
Selain itu, Dekranasda Kabupaten Bojonegoro juga memperkenalkan sistem kurasi perajin melalui Bojonegoro Wastra Batik Festival sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan daya saing produk batik daerah.